Breaking News:

Festival Tuak

Festival Tuak Berlangsung Hari Ini hingga Esok, Pertama Kali di Samosir

Festival Tuak sebagai sarana melestarikan budaya Batak Toba tengah dihelat di Samosir, tepatnya di Desa Sipinggan, Kecamatan Nainggolan

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
KOMPAS.COM/IDHAM KHALId
ILUSTRASI - Suasana festival tuak manis Lombok Barat. (KOMPAS.COM/IDHAM KHALId) 

Pertamakali di Samosir, Festival Tuak Akan Berlangsung Hari Ini Hingga Esok di Kecamatan Nainggolan, Samosir

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Festival Tuak sebagai sarana melestarikan budaya Batak Toba tengah dihelat di Samosir, tepatnya di Desa Sipinggan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir pada hari ini, Jumat (4/6/2021) hingga esok, Sabtu (5/6/2021).

Ketua Panitia Festival Tuak Septian Nainggolan menuturkan bahwa festival yang menarasikan pelestarian budaya batak itu baru pertama kali di Samosir.

"Ini pertama kali di Samosir. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sipinggan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir yang akan dilaksanakan pada hari ini, Jumat (4/6/2021) hingga esok, Sabtu (5/6/2021)," ujar Ketua Panitia Festival Tuak Septian Nainggolan saat dikonfirmasi Tribun-medan.com pada Jumat (4/6/2021).

Tujuan utama kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat sekitar akan banyak manfaat pohon aren sebagai penghasil tuak. Kegunaan pohon aren sebagai penghasil minuman khas Batak Toba, ternyata memikirkan sejumlah kegunaan lainnya termasuk kuliner dan kerajinan tangan.

"Kalau untuk kegiatan ini, festival tuak ini bertujuan mengedukasi masyarakat bagaimana cara mengolah pohon aren beserta turunannya, termasuk juga kolang-kaling dan hasil-hasil kreatif dari pohon aren itu sendiri," sambungnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh kaum muda (dalam bahasa Batak: Naposo Bulungan) Kecamatan Nainggolan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Baginya, memilih tuak dalam festival tersebut agar meningkatkan masyarakat Batak Toba memiliki kekayaan yang luar biasa, tak kalah dengan kawasan lainnya.

Ia menyampaikan bahwa tuak adalah satu diantara minuman fermentasi nusantara. Tuak bukan diciptakan karena tumbuh di alam.

"Tuak itu tumbuh di alam. Kalau di Adat istiadat Batak Toba, tuak pasti ada. Inilah kesempatan kita untuk melestarikan tuak ini," sambungnya.

"Kalau kegiatan ini kita lakukan dari organisasi Pokdarwis Kecamatan Nainggolan, Naposo Nainggolan Kreatif. Dan ini adalah Pokdarwis Kecamatan pertama di Samosir. Biasanya ada itu Pokdarwis Desa, ini kita langsung melingkupi kecamatan," sambungnya.

Dari penuturannya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) telah berkontribusi bagi masyarakat sekitar sejak 4 tahun yang lalu, namun disahkan pada tahun lalu.

"Jadi selama terbentuknya organisasi ini, kita juga sudah melakukan kegiatan sosialisasi juga ke masyarakat dan melibatkan anak-anak, termasuk kebersihan dan ada juga hiburan. Itu sebelum pandemi," tuturnya.

"Kalau Pokdarwis ini sudah terbentuk 4 tahun lalu, namun di SK kan Pak Bupati Rapidin Simbolon di tahun lalu," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved