Breaking News:

Harga Cabai di Sumut Terus Anjlok, Petani Meringis Biaya Produksi Tak Balik Modal

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat komoditas Cabai Merah memegang deflasi tertinggi untuk lima daerah IHK per Mei 2021.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/Kartika
Pembeli saat memilih cabai di Pasar MMTC, Minggu (14/3/2021). (Tribun-medan.com/Kartika) 

Hal serupa juga dialami Sofyan, Petani Cabai di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin Deliserdang ini juga turut merasakan dampak untuk produksi cabai merah saat ini.

Lantaran pasokan cukup banyak, Sofyan dan petani lain terpaksa menjual cabai seharga Rp5000 per kg ke pengepul.

Selain harga, ternyata para petani di Desa Sidodadi ini harus menelan kekecewaan dengan panen dengan kualitas cabai yang tak begitu bagus lantaran sempat diterpa musim kemarau yang menyebabkan banyak bunga cabai yang berguguran.

"Kalau ini kita lagi nanam lagi, kalau kemarin itu kan kita udah panen tapi kurang bagus karena kemarau kan jadi banyak berguguran calon buah cabainya itu," tutur Sofyan.

"Tapi bersyukurnya kita lagi masa tanam dan berharap kalau kedepannya pas panen harga kembali normal lagi," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved