Breaking News:

Pengutipan Retribusi Air Panas Karo Brutal dan Meresahkan, Polisi Koordinasi dengan Tim Saber Pungli

Diketahui, pengunjung yang diketahui datang dari Berastagi sempat terlibat cekcok dengan oknum yang melakukan pengutipan.

Facebook.com/Muhammad Ramadhan
SEJUMLAH oknum yang diamankan Polres Karo yang diduga sebagai pelaku pungli di wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk, Karo. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Aktivitas pengutipan retribusi ke objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk, Kabupaten Karo semakin brutal dan meresahkan. Terbaru, beberapa waktu lalu pengunjung yang akan masuk ke objek wisata ini mengalami hal yang tidak sepantasnya.  

Diketahui, pengunjung yang diketahui datang dari Berastagi sempat terlibat cekcok dengan oknum yang melakukan pengutipan. Bahkan, diduga karena adanya kesalahpahaman pengunjung ini sempat diteror dan mendapatkan pengancaman dari oknum tersebut.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Karo. Dirinya mengatakan, jika melihat adanya aktivitas ilegal ini tentunya tindakan yang dilakukan menjadi kewenangan dari tim Saber Pungli.

"Kita masih berkoordinasi dengan tim Saber Pungli. Nanti akan kita bahas seperti apa langkah yang akan dilakukan," ujar Yustinus, saat ditemui di Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (4/6/2021).

Yustinus menjelaskan, aktivitas ini tentunya dikatakan ilegal karena dasar pengutipan yang dibuat oleh oknum yang mengutip tidak sesuai. Pasalnya, seperti diketahui objek-objek wisata yang ada di dalamnya merupakan milik pribadi dan tidak terkait dengan BUMDes setempat.

"Ya itu ilegal, karena objek yang dikutip itu bukan milik desa. Karena kalau yang ada di dalam BUMDes itu hanya pengutipan jambur dan air bersih saja. Jadi kalau ada yang mau menggunakan jambur dan membeli air bersih, baru boleh diurus oleh BUMDes," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, jika dilihat aktivitas yang dilakukan oleh oknum yang melakukan pengutipan sudah melanggar. Terlebih, setelah membayar pengunjung diberikan tanda bukti yang tidak seharusnya. Maka, hal tersebut dapat dikatakan dan termasuk ke dalam unsur penipuan. "Tapi berbeda kalau mereka mengutip dengan unsur partisi, itu tidak boleh ada karcis apalagi paksaan. Mereka hanya bisa menyediakan tempat, jadi yang mau membayar bisa diberikan seikhlasnya," ucapnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, pengunjung yang ingin masuk ke objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk mengalami hal yang tidak mengenakkan. Seorang wisatawan, Cecilia yang datang bersama keluarganya ke objek wisata ini diduga diperlakukan secara kasar oleh oknum yang melakukan pengutipan uang masuk, Selasa (1/6/2021) malam.

"Pengutipan masuk ke Pemandian Air Panas Desa Doulu yang kasar. Bagaimana tidak, sekitar jam 9 malam tadi saya dan keluarga pergi ke pemandian air panas Desa Doulu," ujar Cecilia.

Menanggapi peristiwa ini, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo mengungkapkan dirinya telah mendapat informasi ini. Dikatakannya, jika melihat perlakuan dari oknum pengutipan ini tentunya sudah masuk ke dalam unsur tindak pidana. Pihaknya meminta jika ada peristiwa seperti ini sebaiknya segera dilaporkan ke Polres Tanah Karo. Dengan adanya laporan yang masuk, pihak kepolisian akan mudah untuk melakukan proses lebih lanjut.

Baca juga: WISATAWAN Ketakutan Ngaku Dikeroyok dan Pungli di Air Panas Doulu, Kadis Pariwisata Karo Buka Suara

Coreng Pariwisata Karo

KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo, Munarta Ginting, mendorong kepolisian menertibkan preman yang mengganggu kenyamanan pengunjung. "Pemandian Wisata Doulu bukan di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo. Tapi, sebaiknya, ranah yang seperti ini ditangani kepolisian," ujar Munarta Ginting saat dihubungi Tribun-Medan, Jumat (4/6).

Menurut Munarta, untuk Pemandian Air Panas Doulu, tidak ada pengutipan retribusi dari pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Karo. Sepengetahuan pihaknya, pengelola mengeluarkan tiket atas nama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Doulu.

Munarta membenarkan kejadian ini sudah mencoreng nama baik Pariwisata Kabupaten Karo. Oleh karenanya, Munarta, mengaku mendorong Polres Karo menertibkan hal-hal tersebut.

"Justru ini mencoreng, jagan-jangan kita khawatirkan juga nanti selalu ada pungutan-pungutan yang sifatnya ilegal. Sebaiknya, teman-teman dari kepolisian melakukan pengawasan dan penindakan bahkan Saber Pungi juga harus bisa diturunkan," ucap Munarta.(cr4/jun/Tribun-Medan.com)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved