Breaking News:

Pilpres 28 Februari, Pilkada 27 November

Akhirnya, pemerintah, penyelenggara pemilu dan DPR menyepakati jadwal Pilpres dan Pilkada 2024 pada Februari dan November

Editor: Perdata O Ginting S
HO / Tribun Medan
Rapat Komisi II DPR membahas konsep dan desain penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024, Senin (24/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - DPR bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu akhirnya menyepakati jadwal Pemilu Serentak 2024. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat Komisi II DPR, pemerintah, serta penyelenggara pemilu yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu pada Kamis malam.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim mengatakan, rapat Tim Kerja Bersama Persiapan Pemilu-Pilkada 2024 telah menyepakati jadwal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Tim tersebut membahas desain Pemilu 2024. yang diajukan KPU RI. Menurut Lukman, untuk waktu pencoblosan Pemilu 2024 berupa pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) disepakati pada 28 Februari 2024. Sedangkan Pilkada 2024 pada 27 November 2024.

Baca juga: Lembaga Survei: Jokowi Bisa Menjadi King Maker pada Pilpres 2024

”Pada rapat sesi pertama, Kamis malam, telah kami sepakati beberapa hal. Pertama, hari H pencoblosan Pemilu Serentak 2024 adalah 28 Februari 2024. Kedua, hari-H pencoblosan Pilkada Serentak 2024 adalah 27 November 2024," kata Luqman dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Ia menambahkan, selain menetapkan waktu pemungutan suara, pertemuan tersebut juga menyepakati proses tahapan Pemilu 2024 dimulai 25 bulan sebelum pencoblosan atau Maret 2022.

Selain itu, menurut dia, syarat pencalonan pada Pilkada Serentak 2024 adalah hasil Pemilu DPRD tingkat provinsi atau kabupaten atau kota Pemilu 2024. "Lima poin penting itu sudah disepakati bersama dalam rapat Tim Kerja Bersama pada Kamis malam," ujarnya.

Politikus PKB itu menambahkan, Tim Kerja Bersama melanjutkan rapatnya pada Jumat, karena masih banyak permasalahan krusial yang harus dibahas terkait Pemilu 2024. Permasalahan tersebut, menurut, dia antara lain terkait masa jabatan penyelenggara pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota, yang habis pada 2023, 2024, dan 2025.

Baca juga: PSU Jilid II Pilkada Labuhanbatu, Paslon Perebutkan 941 Suara, Selisih Hanya 310 Suara

Luqman mengatakan, sebagian menganggap hal tersebut akan mengganggu pelaksanaan tahapan pemilu. Terkait persoalan tersebut, sedang dipertimbangkan untuk memperpanjang masa jabatan para penyelenggara pemilu itu hingga 2025, mempercepat proses rekrutmen pada 2022, atau tetap mengikuti sesuai periode yang berpotensi mengganggu pelaksanaan tahapan pemilu.

“Itu kesepakatan sementara,” ungkap Komisioner KPU RI Pramono Ubaid. Untuk lebih detailnya, pihaknya akan membahas lebih lanjut dalam proses penyusunan aturan penyelenggaraan Pemilu 2024. “Kita akan detailkan di PKPU Tahapan dan Jadwal Pemilu 2024,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU mengusulkan pemungutan suara Pemilu 2024 digelar pada Februari atau Maret. Adapun pemilihan kepala daerah serentak diusulkan pada November 2024. Jika merujuk pada Pemilu Serentak 2019, pemungutan suara dilaksanakan pada April, tepatnya pada 17 April.

Baca juga: SOSOK Ganjar Pranowo Populer, Relawan Jokowi Galang Dukungan di Pilpres 2024

Namun, menurut Ketua KPU Ilham Saputra, gelaran pemungutan suara pada April 2024 dikhawatirkan mengganggu tahapan pencalonan Pilkada 2024.

Kesepatan mengenai pelaksaan Pemilu 2024 itu juga diungkapkan Anggota Komisi II DPR Aminurokhman. Ia mengatakan, DPR telah menyepakati pemungutan suara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan digelar pada 28 Februari 2024.

"Iya benar itu dari keputusan bersama rapat tadi malam," ujarnya.(tribun network/yud/dod)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved