Abang Bunuh Adik Kandung
Kapolsek Sebut Abang yang Cangkul Kepala Adik Kandung Ilusi
Seorang abang menghabisi nyawa adik kandungnya dengan cara mendaratkan cangkul ke arah kepala sang adik hingga tewas
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--M Ramadani, warga Jalan Kavlingan Ujung, Dusun X, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan kini sudah diamankan polisi.
Lelaki yang pernah masuk rumah sakit jiwa itu terpaksa dijebloskan ke sel Polsek Percut Seituan lantaran membunuh adik perempuannya bernama Siti Aisah.
Mirisnya, aksi pembunuhan ini dilakukan M Ramadani di kediamannya.
Siti Aisah dibantai dengan cara dicangkul bagian kepalanya.
Baca juga: AKHIRNYA Majelis Hakim Berikan Vonis 96 Tahun Penjara untuk 5 Terdakwa Pembunuhan Rianto Simbolon
Menurut cerita Kapolsek Percut Seituan Kompol Janpiter Napitupulu, M Ramadani ini diduga mengalami depresi berat.
Saat menghabisi Siti Aisah, M Ramadani diduga hilang kesadaran.
"Pelaku ilusi, katanya ada dapat bisikan gaib," terang Jan Piter, Sabtu (5/6/2021).
Dia mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, M Ramadani sudah pernah dibawa berobat.
Namun ternyata, sepertinya penyakit kejiwaan M Ramadani kambuh.
Baca juga: Gadis Remaja 13 Tahun Diduga Dirudapaksa sebelum Dibunuh, Pamit pada Ayah untuk Beli Sosis
"Kami akan mengobservasi lebih lanjut kejiwaan pelaku ini," kata Jan Piter Napitupulu.
Diketahui, aksi pembunuhan ini terjadi pada Jumat (4/6/2021) kemarin sekira pukul 14.00 WIB.
Pelaku tiba-tiba saja mendaratkan cangkul ke arah kepala Siti Aisah.
Korban yang kaget mendadak jatuh.
Bagian kepalanya pecah berlumuran darah.
Baca juga: Diteror OTK, Jurnalis Metro TV Trauma, Pujianto: Ini Perencanaan Pembunuhan
Warga yang mengetahui kejadian ini lantas berkumpul di rumah pelaku.
Hampir dua jam melarikan diri, pelaku akhirnya ditangkap di Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan.
Dari keterangan masyarakat, M Ramadani selama ini diduga kecanduan narkoba.
Karena faktor itupula pelaku kerap bertindak aneh dan sempat dimasukkan rumah sakit jiwa.(cr25/tribun-medan.com)