Breaking News:

Akademisi Beri Nilai Buruk untuk 100 Hari Kerja Walikota Bobby Nasution, Sorot The Kitchen of Asia

Pengamat Politik USU, Warjio menilai selama 100 hari kerja, Bobby masih dalam proses pencarian dan pemetaan masalah. 

Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM selanjutnya menginstruksikan kepada OPD terkait untuk melakukan tracing atau pelacakan kontak Covid-19 kepada warga Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bobby nasution sudah menjalani 100 hari masa kepemimpinan sebagai Wali Kota Medan. Program 100 hari kerja ini menjadi catatan penting terkait pelayanan publik.

Momen inipun menjadi ruang bagi kalangan akademisi, mahasiswa, dan elemen masyarakat untuk memberikan koreksi.

Pengamat Politik USU, Warjio menilai selama 100 hari kerja, Bobby masih dalam proses pencarian dan pemetaan masalah. 

"Dan itu, saya nilai sampai saat ini masih fokus pada penguatan struktur di birokrasi. Tetapi, masih belum maksimal," kata Warjio, Sabtu (5/6/2021).

Bobby coba menata struktur birokrasi yang berada di tingkat bawah, mulai dari lingkungan camat, kelurahan, dan SKPD. 

Tetapi, dikatakannya tindakan tersebut belum cukup. Karena, persoalan pelayanan publik, terkait birokrasi, masih salah satu persoalan utama. Jadi, dampaknya belum bisa dirasakan. 

"Misalnya begini, apakah betul - betul proses rekrutmen yang sudah dijalankan terhadap calon SKPD yang mau ditempatkan merupakan representasi orang yang bisa mendukung untuk keberhasilan pembangunan, atau sebaliknya. Menjadi bomerang,"ujarnya. 

Baca juga: Belum Ada Iktikad Baik dari RS Pirngadi, Anak Pasien Bakal Bawa Kasus Kematian Ibunya ke Ranah Hukum

Baca juga: Korupsi Ratusan Juta dan Sempat Lari ke Jambi, Mantan KadesGunung Rante Divonis 4 Tahun Penjara

Lalu, kebijakan yang paling kontra produktif selama masa kepemimpinan Bobby ialah kebijakan membangun Medan sebagai The Kitchen Of Asia di tengah masa pandemi Covid-19. 

"Itu betul - betul suatu kebijakan yang bermasalah. Bukan saja ditelurkan di masa Covid-19, tapi juga menjadi penyebab penyebaran virus Covid-19 di wilayah Medan sehingga tidak aman," ucapnya. 

Menurutnya kebijakan itu sangat kontraproduktif dan bermasalah. Ia menyesalkan kebijakan itu tidak dipikirkan terlebih dahulu secara matang. 

Halaman
12
Penulis: Goklas Wisely
Editor: Tommy Simatupang
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved