Breaking News:

Belum Ada Iktikad Baik dari RS Pirngadi, Anak Pasien Bakal Bawa Kasus Kematian Ibunya ke Ranah Hukum

"Sampai saat ini belum ada iktikad baik dari RSUD Pirngadi untuk membicarakan persoalan serius ini secara bersama," kata Rawi.

Penulis: Goklas Wisely
Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/ GOKLAS
Video viral berdurasi 56 detik di salah satu akun di Instagram yang menyebutkan bahwa seorang pasien mendapatkan pelayanan buruk di RSUD Dr. Pirngadi Medan, Rabu (26/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit Pirngadi belum menunjukkan kerendahan hati untuk meminta maaf kepada keluarga pasien yang meninggal dunia yang diduga akibat tabung oksigen kosong. Keluarga korban menilai rumah sakit milik Pemko Medan itu tetap tidak mau mengakui kesalahan dan bersikap tidak peduli.

"Sampai saat ini belum ada iktikad baik dari RSUD Pirngadi untuk membicarakan persoalan serius ini secara bersama," kata Rawi saat dihubungi via seluler, Sabtu (5/6/2021).

Menurutnya, kronologi meninggal ibunya, Komla (59), memang faktor pelayanan yang buruk. Rawi masih memberi kesempatan kepada RS Pirngadi untuk mengaku kesalahan. Namun, ia memastikan, bila dalam waktu dekat pejabat RS Pirngadi tidak meringankan langkah menemui pihak keluarga pasien, maka bakal menempuh jalur hukum.

" Tapi, kalau tidak ada iktikad baik dari RS Pirngadi, kita akan coba diskusikan dengan teman dan keluarga terkait langkah yang ditempuh (proses hukum) ke depan," ujarnya. 

Baca juga: Sejarah Lokasi Penjualan Bursa Buku Bekas di Medan, sejak dari Titi Gantung

Baca juga: Tiga Dinas Pemko Medan Kolaborasi untuk Pembenahan Stadion Teladan

Rawi juga menanggapi tentang wacana Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang menganjurkan untuk menyelesaikan permaslahan ini dengan kekeluargaan. Ia pun merasa itu jalan terbaik.

"Kemarin saya lihat dari media, rencana pak Bobby Nasution kan masalah ini diselesaikan dengan kekeluargaan. Jadi, kita coba menunggu dulu," sebutnya. 

Rawi juga menyarankan agar Pemko Medan juga hadir bila terjadi penyelesaian secara kekeluargaan. Ia ingin menunjukkan bukti-bukti kuat bahwa ibunya meninggal, karena tabung oksigen yang kosong.

"kalau tidak ada niat untuk itu (kekeluargaan), ya ke ranah hukumlah pastinya," ujarnya.

Sementara, Direktur RS Pirngadi, Suryadi Panjaitan membantah terkait dugaan tabung oksigen kosong. Menurutnya,  sudahmelakukan pengawasan terhadap alat-alat kesehatan. Terlebih itu menyangkut keselamatan pasien.

"Tidak ada. Kami tetap melakukan itu dengan pengawasan yang betul. Kami kan ada instalasi khusus untuk itu," Kata. Suryadi Panjaitan di Kantor Ombudsman RI Sumut, pada, Jumat (4/6) kemarin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved