Breaking News:

Harga Kedelai Masih Melambung, Perajin Tempe dan Tahu Kecilkan Ukuran

Kami berharap harga kacang kedelai bisa turun supaya tidak makin melarat kami para pedagang

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU
Pedagang tempe turut mengeluhkan kenaikan harga kacang kedelai, Minggu (6/6/2021). Kenaikan harga kacang kedelai berdampak pada penjualan tempe.(TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDDURU) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga kacang kedelai masih melambung naik di Pusat Pasar Medan. Tercatat, harga berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram. Hal ini membuat para pedagang eceran mengeluh karena berpengaruh terhadap omzet penjualan.

Keluhan senada juga disampaikan pedagang tahu dan tempe. "Kalau untuk tahu dalam satu kotak naiknya Rp 6 ribu dan tempe per batangnya naik seribu. Dengan naiknya harga tahu dan tempe ini menyebabkan daya beli masyarakat juga menjadi turun," kata Mesi pedagang tempe dan tahu di Pusat Pasar Medan, Minggu (6/6/2021).

Selanjutnya, ia menyatakan biasanya ia bisa memasarkan empat kotak tahu setiap harinya, tapi sekarang untuk satu kotak susah. Sama seperti tempe, biasa dia ambil 80 batang laku dan belakangan hanya ambil beberapa batang saja juga sudah susah.

Baca juga: Pemko Medan, P3SU, dan Penggiat Lingkungan Hidup Terus Munculkan Inovasi Baru

"Kami berharap harga kacang kedelai bisa turun supaya tidak makin melarat kami para pedagang, lihatlah sekarang para pedagang sudah sedikit membuat stoknya karena harapan kami tinggal menjual di rumah makan saja untuk saat ini," ujar Mesi.

Pak Barat sesama pedagang tempe dan tahu menyebutkan, harga tempe dan tahu terpaksa dinaikkan bahkan sekarang ukurannya berkurang karena harga kacang kedelai yang tidak turun-turun.

Selanjutnya, Iren selaku pedagang ecer kacang kedelai mengungkapkan harga kacang kedelai dibanderol Rp 14 ribu per kilogram dan hanya menyediakan beberapa kilogram saja.

Amatan Tribun, para pedagang ecer kacang kedelai di Pusat Medan hanya menyediakan beberapa kilo stok saja, sama halnya dengan pedagang dan tempe tahu bahkan terlihat masih banyak dagangan mereka karena nyaris belum ada laku.

Br Gultom, pedagang grosir di Jalan Bulan mengungkapkan harga pengambilan dari pabrik berkisar Rp 10.500 – Rp 11.000 sehingga menjual kepada masyarakat Rp 12 ribu per kilogram.

"Akibat harganya naik, kami susah jualnya, untuk setengah goni saja dalam satu hari saja belum tentu laku dan hal ini sudah terjadi selama Covid-19," katanya.

Akibat harga kacang kedelai yang masih melambung membuat pengrajin tempe mengurangi berat tempe 50 gram. Hal ini diungkapkan Nita selaku perajin tempe di Jalan Bunga Raya Gg Bersama, Medan Selayang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved