Breaking News:

Jaksa Endus Dana Hibah Pilkada Dikorupsi, Ketua KPU Sergai: Sisanya Sudah Kami Kembalikan

Dugaan korupsi dana hibah Pilkada Sergai kini masih ditangani Kejaksaan Negeri Sergai. Sayangnya tak jelas perkembangan kasus ini

TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Kantor KPU Sergai di Jalan Negara Sei Rampah, Jumat (21/5/2021). Petugas Kejari Sergai menggeledah kantor ini dan menemukan sisa pembakaran dokumen terkait hibah Pilkada 2020. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Kejaksaan Negeri Serdangbedagai (Sergai) sebelumnya menggeledah dan menyegel kantor KPU Sergai berkaitan dengan dugaan korupsi dana hibah Pilkada senilai Rp 36,5 miliar.

Setelah penggeledahan, sejumlah staf dan pejabat KPU Sergai digilir jaksa guna menjalani pemeriksaan.

Terkait masalah dana hibah ini, Ketua KPU Sergai Erdian Wirajaya justru mengaku pihaknya sudah mengembalikan sisa dana hibah itu ke Pemkab Sergai.

Bahkan, pengembalian sisa dana hibah tersebut dilakukan sebelum Kejari Sergai menggeledah kantor KPU Sergai pada 20 Mei 2021 lalu. 

Baca juga: Ketua KPU Sergai Berharap Dugaan Korupsi di Lembaganya Bisa Selesai

"Sudah kami kembalikan dana Rp 4,2 miliar sisanya ke kas daerah. Sudah kami setor itu, kalau enggak salah pada tanggal 20 April lalu," kata Erdian Wirajaya.

Dia menjelaskan, selama tahapan Pilkada berlangsung, ada pun pos yang paling banyak menghabiskan dana yakni untuk pembayaran honor adhoc seperti untuk PPS tingkat desa maupun PPK.

Besarannya hampir Rp 20 miliar.

Untuk sistem pembayarannya pun sudah menggunakan transfer dari bank. 

Baca juga: Penggeledahan Kantor KPU Sergai Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 36,5 Miliar

"Kita kerja sama dengan BRI, jadi enggak ada bayar manual. Kalau untuk pengadaan kemarin kita pakai e-katalog dan tender," katanya. 

Untuk saat ini, sudah ada dua orang Komisioner KPU Sergai yang diperiksa Kejari Sergai.

Keduanya yakni Divisi Perencanaan Fuad Hasan Lubis dan Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Ardiansyah Hasibuan.

Baca juga: Geledah Kantor KPU Sergai, Penyidik Kejaksaan Terpaksa Panggil Tukang Kunci

Saat dikonfirmasi, Ardiansyah yang biasanya mudah ditanyai sekarang enggan berkomentar. 

"Tanya ketua saja ya, ketua yang berhak menjawab. Saya dipanggil bukan atas nama pribadi, tapi atas nama jabatan di KPU. Sama ketua saja, karena ketua yang berwenang menyampaikan informasi keluar," katanya.(dra/tribun-medan.com). 

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved