Breaking News:

MENYASAR Tewasnya Santri, Ketua LPA Minta Kementerian PPPA Cabut Status Pesantren Ramah Anak

Kejadian penganiayaan sampai merenggut nyawa santri pria terjadi di dalam Pesantren Darul Arafah Raya.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Fadli Tara
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang, Junaidi Malik (berdiri), Minggu (6/6/2021). (Tribun-medan.com/ Fadli Tara) 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diminta mencabut status pesantren ramah anak yang dinobatkan di Pesantren Darul Arafah.

Penegasan itu disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang, Junaidi Malik menjawab ketika dimintai tanggapannya soal santri pria tewas dianiaya kakak kelas.

"Saya selaku Ketua LPA Deli Serdang mengutuk keras peristiwa penganiayaan dilakukan kakak kelas terhadap santri pria yang berujung meninggal dunia. Untuk itu, kita minta Kementerian PPPA segera cabut status pesantren ramah anak pada pesantren Darul Arafah di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang," ujarnya, Minggu (6/6/2021) melalui sambungan seluler.

Tidak hanya itu, Junaidi Malik menilai status pesantren ramah anak yang diberikan oleh Kementerian PPPA kepada pesantren Darul Arafah Raya tidak berjalan semestinya sesuai dengan semangat Perlindungan Anak.

"Diberikannya status pesantren ramah anak di Darul Arafah Raya agar setiap santri baik pria dan wanita mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Begitu juga dengan hak-hak anak dalam proses pembelajaran di sana. Tetapi, hal tersebut berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya. Di mana terjadi penganiayaan yang berujung kematian," kata Junaidi Malik.

Sebelumnya, FWA (15) santri di Pesantren Darul Arafah Raya di Desa Lau Bekar, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, tewas usai dianiaya oleh kakak kelasnya, ALH (17).

Kejadian menimpa korban warga Jalan Rantau, Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu (6/6/2021).

Informasi tambahan yang dihimpun, pelaku penganiaya tersebut sudah diamankan oleh kepolisian Polsek Kutalimbaru, Polrestabes Medan.

Masih dikatakannya, kejadian penganiayaan sampai merenggut nyawa santri pria terjadi di dalam Pesantren Darul Arafah Raya.

"Kejadian tersebut masih berada di ruang lingkup pesantren. Lantas, bagaimana pengawasan pengajar serta pimpinan Pesantren Darul Arafah Raya sehingga bisa terjadi penganiayaan sampai menghilangkan nyawa santri pria," tanya Junaidi dengan nada kesal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved