Breaking News:

Banjir Besar di Parapat Ternyata Karena Hal Ini, KPH II Sudah Masuk ke Hutan

UPT KPH II Siantar mengungkap penyebab banjir besar yang terjadi di kawasan wisata Parapat belum lama ini

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/IST
Pusat Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun diterjang banjir, Kamis (13/5/2021). (TRIBUN MEDAN/IST) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR--UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) II Siantar mengungkap penyebab banjir besar yang terjadi di kota wisata Parapat belum lama ini.

Menurut penyelidikan UPT KPH II Siantar, di dalam Hutan Sualan, Nagori Sibaganding dan Bukit Bangun Dolok Parapat ada dua kubangan besar yang menjadi pemicu banjir.

"Yang kami lihat semalam, di titik koordinat pertama, Nagori Sibaganding, sebenarnya itu jalur air. Itu kalau ada hujan saja baru ada airnya,"

"Kita sudah ke sana dan melihat di atasnya ada kubangan yang kerap menampung air saat hujan," kata Kasi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPH II Siantar Tigor Siahaan, Senin (7/6/2021).

Baca juga: KETUA Aman Tano Batak Roganda Angkat Bicara soal Banjir Parapat, Singgung Tanaman Eucalyptus

Pusat Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun diterjang banjir, Kamis (13/5/2021). (TRIBUN MEDAN/IST)
Pusat Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun diterjang banjir, Kamis (13/5/2021). (TRIBUN MEDAN/IST) (TRIBUN MEDAN/IST)

Hanya saja, kata Tigor, kubangan tersebut takkan mampu menampung debit air yang besar saat hujan deras terjadi sewaktu-waktu.

Itulah yang menjadi penyebab banjir, lantaran kubangan tak mampu lagi menampung debit air. 

"Kalau sudah mencapai titik jenuh, itulah meluap mengakibatkan banjir dan airnya turun ke jalan," ujarnya.

Titik lainnya yang menyumbang banjir di Parapat berasal dari Perbukitan Bangundolok.

Di atas perbukitan ini, KPH II Siantar melihat adanya kubangan penampung air hujan dan beberapa tutupan areal yang belum maksimal.

Baca juga: BPBD Simalungun Catat Dampak Banjir Parapat, Frit Damanik: Tidak Ada Korban Jiwa

Tigor mengatakan, KPH II Siantar hanya memonitor sebagian kecil kawasan hutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved