Breaking News:

Bisnis Perhotelan di Sumut Gantung Harapan pada Acara Pemerintah

Pengusaha hotel menggantungkan harapan pada acara pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) yang diselenggarakan oleh pemerintah.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Pegawai Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel saat menunjukkan salah satu kamar hotel dan beragam fasilitas yang ditawarkan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bisnis perhotelan hingga per April 2021 masih cukup memprihatinkan. 

Berdasarkan data dari BPS Sumut, rata-rata tingkat hunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara per April 2021 hanya mencapai 36,96 persen dari total kapasitas kamar hotel per April 2021.

Tentunya, hal ini membuat hotel was-was tidak mampu mendongkrak pendapatan yang sebelumnya bersumber dari TPK Hotel maupun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Utara (Sumut) Denny S Wardhana mengungkapkan bahwa saat ini pengusaha hotel menggantungkan harapan pada acara pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) yang diselenggarakan oleh pemerintah. 

"Strateginya sekarang berharap ada acara pemerintahan di hotel. Saat ini (pemasukan) banyak dari acara berikut dengan makanannya. Yang buat acara kan kebanyakan dari pemerintah," ungkap Denny, Senin (7/6/2021). 

Dikatakan Denny, beragam cara dilakukan pihak hotel untuk dapat meningkatkan pendapatan, namun ternyata juga tak mampu menggairahkan geliat bisnis perhotelan.

Kondisi ini juga berhubungan dengan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) oleh Pemerintah Provinsi Sumut. Diketahui, pemerintah kembali memperpanjang masa PKM di Sumut hingga 14 Juni mendatang. 

Dikatakan Denny, masa pembatasan mudik Hari Raya Idul Fitri yang berlangsung hingga 24 Mei lalu, menyebabkan okupansi tamu hotel tidak bertambah. 

"Tadinya kita berpikir untuk tamu lokal bisa mengangkat, tapi ternyata enggak bisa. Peningkatannya masih terbatas. Kondisi sekarang masih belum ada pergerakan untuk menginap," ujar Denny. 

Keberhasilan vaksinasi dan penurunan kasus covid-19 di Medan adalah solusi utama untuk membangkitkan kembali bisnis perhotelan di Sumut. Denny memprediksi, TPK hotel bisa mencapai lebih dari 50 persen bila vaksinasi berjalan lancar.

Selama masa pandemi Covid-19, sertifikasi Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environment (CHSE) menjadi salah satu upaya pengusaha menarik minat calon tamu. 

Sertifikasi ini berguna untuk meyakinkan dan memberi kenyamaman pada tamu terkait penerapan protokol kesehatan di hotel bersangkutan. 

Adapun, Denny memperkirakan hingga akhir semester 1 2021, bisnis perhotelan di Sumut akan tetap tertekan karena PKM yang masih terus diperpanjang. (cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved