Breaking News:

Kadus Melawan saat Rumahnya Hendak Digusur PTPN II: Apa Dasar Kalian Mengusir Saya?

"Kenapa suka-suka mau eksekusi? Apa dasar kalian mengusir saya dari rumah ini?" kata Ibnu Khaldun.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kericuhan terjadi saat dilakukan eksekusi rumah pensiunan PTPN II antara penghuni dan sekuriti PTPN II di Jalan Karya Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang dieksekusi, Senin (7/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kericuhan terjadi saat dilakukan penggusuran rumah pensiunan PTPN II antara penghuni dan sekuriti PTPN II.

Penghuni rumah menolak kediamanannya di Jalan Karya Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, dieksekusi, Senin (7/6/2021). 

Penghuni rumah, Ibnu Khaldun bersikeras mempertahankan rumahnya saat eksekusi dilakukan oleh sejumlah petugas sekuriti PTPN II yang hendak melakukan upaya pengosongan rumah. Adapun rumah yang akan dieksekusi terlihat berupa rumah usaha kayu yang ditempati Ibnu Khaldun. 

Ibnu Khaldun yang juga menjabat kepada dusun setempat terlihat perseteruan, sembari mempertanyakan dasar hak pengosongan rumah. Dia berulang kali mempertanyakan surat dan administrasi untuk dieksekusi paksa. 

"Kenapa suka-suka mau eksekusi? Apa dasar kalian mengusir saya dari rumah ini? Tidak ada kewenangan kalian menggusur kami dasar surat yang kalian pegang," katanya. 

Beberapa petugas sekuriti PTPN II tetap memaksa agar pemilik rumah segera mengosongkan. Karena tidak ingin keluar dari rumahnya, satpam PTPN memukul pemilik rumah hingga terjadi keributan.

Aksi pemukulan tidak terelakan, dan sempat terjadi cekcok adu argumen antara kedua belah pihak. Alhasil, karena berpotensi keributan lebih besar, proses eksekusi rumah akhirnya terhenti separuh jalan. 

"Eksekusi seharusnya ada prosedur, jangan asal main hancurkan dan memukul. Tindakan yang dilakukan karyawan PTPN II telah melanggar hak asasi manusia. Tidak ada pemberitahuan ke saya. Tindak lanjut saya akan melaporkan pemukulan ke Polres Pelabuhan Belawan," ungkap Ibnu Khaldun. 

Camat Labuhandeli Marzuki mengatakan, status lahan tersebut adalah HGU sesuai dengan sertifikat nomor 111. Pihak PTPN juga mengklaim wewenangan kepemilikan atas lahan. 

"Mengenai adanya eksekusi yang dilakukan, pihak PTPN II sebelumnya sudah memberikan ganti rugi bagi pensiunan yang mendiami lahan tersebut. Setahu saya, yang menempati lahan itu menyewa dengan pemiliknya. Karena waktu sewanya sudah habis terhitung per tanggal 1 Juni 2021, maka pihak PTPN II meminta pemiliknya untuk mengosongkan," pungkas Marzuki. (dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved