Breaking News:

Kedai Tok Awang

Masih Terkenang Gol Van Basten

Sejak Euro 1988 Belanda tidak pernah lagi sampai di titik yang sama. Pun saat mereka didapuk sebagai tuan rumah bersama Belgia di tahun 2000.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
fifa.com
PEMAIN tim nasional Belanda, Marco van Basten saat tampil di Piala Eropa 1988 

Kecuali van Dijk yang sedang cedera, semua pemain itu masuk dalam skuat besutan Frank de Boer. Namun, setidaknya sampai hari ini, para petaruh bola di Eropa dan dunia belum menempatkan mereka di jajaran unggulan teratas.

"Pemain-pemain mereka memang main di klub-klub papan atas Eropa. Namun tidak ada yang terlalu menonjol. Bintang rata-rata air," kata Jek Buntal.

"Eh, tapi jangan silap kelen," ucap Wak Razoki menimpali. "Bintang juga enggak menjamin. Tengoklah Yunani di tahun 2004. Nggak ada bintang pun bisa juara juga."

"Kalok itu lain, Razoki," sahut Tok Awang. "Yunani juara karena campur tangan dewa-dewa."

Sangkot dan Lek Tuman tergelak. "Bah! Dewa! Dewa 19?" kata Sangkot, lalu bernyanyi dengan suara lantang. Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cintaaa....

“Ayo, Cik, nyanyi," ujarnya pula kepada Ocik Nansi yang sedang mengantarkan kopi untuk Tok Awang.

Ocik Nensi mencibir. "Sorry, ya, Kot. Ocik tak level kalok cuma Dewa. Minimal Van Halen, lah, band Belanda."

Sangkot dan Lek Tuman tergelak lagi. Jek Buntal juga. Tok Awang dan Wak Razoki tersenyum dikulum. "Van Halen bukan band Belanda, Cik. Itu band Amerika," kata Jek di sela-sela tawa.

"Oh, iya, nya? Kapan mereka pindah?" (t agus khaidir)

Pernah dimuat di Harian Tribun Medan
Senin, 7 Juni 2021
Halaman 1

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved