Breaking News:

Kekerasan di Pesantren Darul Arafah

Penjelasan Humas Pesantren Darul Arafah Soal Adanya Santri Tewas Dianiaya senior

Humas Pesantren Darul Arafah Mahmud Elfudri akhirnya angkat bicara terkait kematian seorang santri di areal lingkungan pendidikan

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Aula Pesantrean Darul Arafah yang menjadi lokasi penganiayaan Furqan Wahyu Alfatah, Senin (7/6/2021).(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Humas Pesantrean Darul Arafah, Mahmud Elfudri akhirnya angkat bicara soal kasus penganiayaan santri oleh kakak senior.

Menurut Mahmud Elfudri, bahwa benar penganiayaan dilakukan di lingkungan Pesantren Darul Arafah.

Hanya saja, kata dia, penyebab kematian Furqan Wahyu Alfatah bukan karena dikeroyok.

Dia menyebut pelaku penganiaya cuma satu orang.

Baca juga: Polisi Akhirnya Bongkar Penyebab Penganiayaan Santri Hingga Tewas di Pesantren Darul Arafah

Adapun pelaku yang kini sudah berstatus sebagai tersangka yakni ALH (17). 

"Saya luruskan. Ini bukan perkelahian, ini bukan pengeroyokan. Untuk jelas kronologi kita sembari menunggu hasil dari proses hukum yang berjalan," kata Mahmud Elfudri, Senin (7/6/2021). 

Mahmud menerangkan, pada saat kejadian, atau Sabtu (5/6/2021) malam, para santri mendapat hak jam bebas dari pelajaran karena sudah memasuki waktu istirahat.

Berdasarkan jadwal kegiatan pesantren, pukul 22.00 WIB itu santri masih boleh duduk di kantin.

Baca juga: KONDISI TERKINI Pesantren Darul Arafah, Pascaseorang Santri Tewas Dibunuh Kakak Kelas

Entah bagaimana, ALH kabarnya menarik korban ke aula pesantren.

Di sana Furqan Wahyu Alfatah digebuki hingga tak berdaya.

Setelah itu, korban akhirnya meninggal dunia.

Dalam kasus ini, polisi memeriksa delapan orang saksi.

Baca juga: Santri yang Digebuki Senior Diautopsi, Ini Kata Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Medan

Delapan orang saksi ini lima diantaranya diduga sebagai pelaku, dan tiga lainnya adalah saksi korban.

Saat ini, delapan orang tersebut masih diperiksa di Polrestabes Medan.

"Ada saksi dijemput dan dibawa ke Polrestabes Medan. Belum ada kabar, saksi pelaku 5, saksi korban 3 orang. Dijemput dari Jam 3 pagi sampai sekarang belum dipulangkan," ucapnya.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved