Breaking News:

Penumpang di Bandara Kualanamu Bebas Memilih Rapid Antigen atau GeNose C19

Petugas sedang memberikan penjelasan bagaimana menggunakan kantong tes GeNose C19 di Bandara internasional Kualanamu, Senin (7/6/2021).

TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Petugas memberikan penjelasan bagaimana menggunakan kantong tes GeNose C19 di Bandara Internasional Kualanamu, Senin (7/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Muhammad Anil Rasyid

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Layanan GeNose C19 telah diresmikan di Bandara Internasional Kulanamu, Deliserdang, untuk tes Covid-19, Senin (7/6/2021).

Tampak beberapa penumpang antusias melalukan tes GeNose C19 yang berada di Atrium Lantai 1 Bandara Internasional Kualanamu.

"Bandara Kualanamu secara resmi hari ini sudah mengimplementasikan layanan GeNose C19 yang berlokasi di Atrium kedatangan Lantai 1.

Tentunya dengan ada harapan layanan ini, penumpang bisa memiliki lebih banyak opsi untuk melengkapi dokumen perjalanan. Dan tentu ini merupakan bagian upaya kita bersama, bagaimana menekan angka laju penyebaran Covid-19," ucap Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Kualanamu, Heriyanto Wibowo.

Lanjut Heriyanto, terkait layanan GeNose C19 ini, ia menyampaikan, penumpang dikenakan biaya Rp 40 ribu per orang.

"Tentunya dengan seluruh proses yang ada, kepada masing-masing penumpang segera meng-update aplikasinya, untuk mendownload aplikasi sebelum kedatangan," ujar Heriyanto.

"Sehingga pada saat tiba di lokasi ini proses bisa lebih cepat. Karena proses ini akan memakan sekitar 10-15 menit," sambungnya. 

Selain layanan GeNose C19, fasilitas layanan tes antigen dan swab PCR tetap ada.

"Ini kami buka dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Secara kapasitas kita selalu mengacu pada pergerakan penumpang. Di mana pada hari ini, rata-rata pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu sekitar 10 ribu," ujar Heriyanto.

Saat ini pelayanan tes GeNose C19 di Bandara Kualanamu hanya melayani penumpang yang ingin melakukan keberangkatan sekitar 1000 kantong perharinya.

"Kami ambil 20 persen dari penumpang yang berangkat. Jadi kami siapkan 1.000 kantong per harinya," tutup Heriyanto Wibowo. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved