Breaking News:

Program RJIT dari Kementerian Pertanian Bantu Petani Desa Pinagar Tapsel

Program ini diluncurkan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan air untuk pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Editor: Ismail
HO
Salah satu Program dari Kementerian Pertanian yaitu program padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di persawahan petani yang nyata telah dirasakan masyarakat Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. 

TRIBUNMEDAN.ID, TAPSEL - Beberapa program Kementerian Pertanian mulai menyentuh dan memberi manfaat kepada petani di daerah.

Salah satu program itu ialah kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di persawahan petani.

Program ini diluncurkan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan air untuk pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Manfaat nyata telah dirasakan masyarakat Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut.

RJIT mulai dibangun pada Agustus 2020 di Kampung Batu Horpak Jae sepanjang 100 meter mengairi 20 hektar sawah.

"Ada 83 hektar sawah di desa Pinagar ini, dan 20 hektar dialiri irigasi RJIT, itu yang dibuat di Batu Horpak Jae," jelas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pinagar, Lobi Harahap, Jumat (4/6/202`).

Warga Batu Horpak Julu itu juga mengatakan ada banyak manfaat yang dirasakan petani setelah dibangunnya RJIT di kampung mereka. Di antaranya adalah petani tidak lagi resah dengan kebocoran saluran irigasi yang bisa merusak tanaman mereka.

"Terus kalau dulu air itu tidak sampai ke persawahan yang posisinya di ujung sini, yang jauh dari sumber airnya. Kalau sekarang kan sudah sampai," katanya.

Selain itu, produktivitas panen juga meningkat setelah adanya RJIT.

"Sebelum dibangun RJIT itu, tahun semalam produksi padi 5,7 ton per hektar, sedangkan setelah dibangun di Agustus 2020 lalu tahun ini sudah naik jadi 5,8 ton per hektar," jelasnya.

Ia mengatakan masyarakat Desa Pinagar menyambut baik program dari Kementerian Pertanian karena sangat membantu petani dan meningkatkan produktivitas padi di daerah mereka.

Mereka berharap RJIT terus ditambah terutama bendungannya. Lobi mengatakan masyarakat ingin bendungan ditambah dan diperbaiki karena sudah ada yang rusak.

"Kalau saluran airnya yang rusak, itu bisa diperbaiki dengan swadaya masyarakat. Tapi kalau bendungan yang rusak itu biayanya besar, jadi kami harap ada bantuan dari pemerintah. Kami sudah ajukan proposal itu ke Dinas Pertanian Tapsel, tapi belum ditanggapi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, program RJIT dilakukan untuk memastikan lahan pertanian mendapatkan irigasi yang akan menjamin kebutuhan air hingga panen.

Jaminan ketersediaan air tersebut penting untuk dilakukan agar lahan pertanian bisa terus produktif dan bisa meningkatkan indeks tanam petani.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved