Breaking News:

Hasilkan 5000 Ton Biji Kopi per Bulan, AEKI Sumut : Produksi Buah Lagi Menurun

Namun begitu, ternyata pada awal Juni ini Saidul menyebutkan pihak pengusaha kopi lagi mengalami masa penurunan produksi.

HO
Petani kopi saat membersihkan lahan di kebun kopi miliknya di daerah Gundaling, Kecamatan Brastagi, Karo beberapa waktu lalu.   

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Komoditas Kopi hingga saat ini masih menjadi primadona Sumatera Utara untuk ekspor. 

Terkait hal ini, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Saidul Alam mengungkapkan bahwa dengan beragam ciri khas kopi dari masing-masing daerah di Sumut, produk ini selalu masuk lima besar jajaran ekspor.

Petani kopi saat membersihkan lahan di kebun kopi miliknya di daerah Gundaling, Kecamatan Brastagi, Karo beberapa waktu lalu.
 
Petani kopi saat membersihkan lahan di kebun kopi miliknya di daerah Gundaling, Kecamatan Brastagi, Karo beberapa waktu lalu.   (HO)

Namun begitu, ternyata pada awal Juni ini Saidul menyebutkan pihak pengusaha kopi lagi mengalami masa penurunan produksi.

"Produksi saat ini memang lagi turun karena saat ini memang masa trek buah dan belum panen juga," ungkap Saidul, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Saidul, walaupun lagi masa trek ini tak begitu mempengaruhi jumlah pengiriman ekspor tidak terlalu mempengaruhi.

"Kalau volume ekspor tidak terlalu berpengaruh itu sekitar 2000-5000 ton dan tidak terlalu berbeda di tahun lalu juga," ujarnya.

Jika dilihat berdasarkan catatan dari BPS Sumut per April 2021 dengan adanya penurunan untuk Golongan Kopi, Teh, dan Rempah-rempah yang turun hingga 20 persen.

Terkait negara sasaran, Saidul menyebutkan bahwa Amerika mendominasi pengiriman ekspor lebih dari 50 persen.

Baca juga: Polisi Periksa Sopir Truk yang Melindas Pengendara Scoopy di Jalan Yos Sudarso

"Harga kopi saat ini berkisar US$4 per kg. Kalau nilai tetap fluktuatif karena kita kan bursa dari Amerika, itu mendominasi hingga 60 persen, 40 persen sisanya itu ke Eropa dan negara Asia lainnya," kata Saidul.

Terkait hal ini, Saidul berharap kedepannya akan lebih banyak SDM untuk petani millenial agar dapat mengembangkan produksi kopi semakin lebih baik lagi.

"Kita berharap lebih banyak petani Milenial karena orang mudanya pada gak mau nanam kopi. Kalau tidak ada petani Milenial, siapa yang akan meneruskan tanaman kopi ini," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved