Breaking News:

Instruksi Jokowi Sekolah Tatap Muka 2 Jam, Bobby Nasution: Kita Bahas, Buka Sekolah Bukan Coba-coba

Sekolah tatap muka yang rencananya dimulai Juli 2021 mendatang, masih menjadi polemik di masyarakat.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Tebingtinggi mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka hari ini, di Tebingtinggi, Sumatera Utara, Jumat (9/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - Sekolah tatap muka yang rencananya dimulai Juli 2021 mendatang, masih menjadi polemik di masyarakat.

Banyak orang tua siswa menghendaki agar sekolah dibuka. Di sisi lain, tak sedikit pula para orang tua yang khawatir sekolah tatap muka akan menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19.

Kabar terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang akan mulai digelar pada Juli mendatang dilakukan secara terbatas.

Pembatasan yang dimaksud mencakup waktu pelaksanaan, durasi kegiatan, hingga presentase jumlah murid.

Dikutip dari YouTube resmi Sekretariat Presiden, Selasa (8/6/2021), melalui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Jokowi mengarahkan bahwa pendidikan tatap muka yang akan dimulai tersebut harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

"Bapak Presiden tadi mengarahkan bahwa pendidikan tatap muka yang akan dimulai itu, harus dijalankan dengan ekstra hati-hati," terang Budi dalam konferensi pers secara daring di Istana Merdeka, Senin (7/6/2021) lalu.

Baca juga: Bobby Nasution Berterima Kasih Sudah Dikritik, Ngaku Tidak Ada Program Kerja Spesifik

Pembatasan yang dimaksud Jokowi antara lain, yakni pembelajaran harus dilakukan maksimal dua kali tatap muka dalam seminggu.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta durasi kegiatan pembelajaran maksimal hanya boleh dua jam dalam sekali penyelenggaraan.

Dalam penyelenggaraannya pun harus atas sepengetahuan dan izin dari orang tua masing-masing siswa. Apabila terdapat orang tua yang memilih pembelajaran dilakukan secara daring juga diperbolehkan.

"Maksimal (pembelajaran tatap muka dalam) seminggu hanya boleh dua kali. Dan maksimal (dalam) sekali datang, hanya boleh dua jam. Opsi untuk untuk menghadirkan anak ke sekolah adalah ditentukan oleh orang tua," terang Budi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved