Breaking News:

Instruksi Jokowi Sekolah Tatap Muka 2 Jam, Bobby Nasution: Kita Bahas, Buka Sekolah Bukan Coba-coba

Sekolah tatap muka yang rencananya dimulai Juli 2021 mendatang, masih menjadi polemik di masyarakat.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Tebingtinggi mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka hari ini, di Tebingtinggi, Sumatera Utara, Jumat (9/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Selain itu, pembelajaran tatap muka secara terbatas ini, hanya boleh dihadiri maksimal 25 persen dari presentase total jumlah murid.

"Dipastikan oleh beliau (Jokowi), pembelajaran tatap muka terbatas, terbatasnya adalah tersebut, (yakni) maksimal 25 persen dari jumlah murid, (murid) yang boleh hadir," tambah Budi.

Oleh karena itu, Budi berharap masing-masing pemerintah daerah dapat memrioritaskan vaksinasi kepada guru dan lansia.

"Mohon bantuan juga (kepada) kepala daerah, karena vaksinnya kita kirim kepada kepala daerah, prioritaskan guru dan lansia, sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan," pinta Budi.

Baca juga: BOBBY Nasution Lontar Statemen Menohok setelah 100 Hari Kerjanya sebagai Wali Kota Dievaluasi

Tanggapan Bobby Nasution

Terkait instruksi Presiden Jokowi terkait sekolah tatap muka, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan masih mempertimbangkannya.

"Tentunya kita melihat perkembangan. Kami Pemerintah Kota Medan terus menerus mencoba bagaimana penyebaran Covid-19 ini bisa menurun," kata Bobby Nasution usai menghadiri Rapat Kerja Cabang PDIP Sumut, Selasa (8/6/2021).

Bobby Nasution pun mengatakan, dalam rangka melaksanakan pembelajaran tatap muka pihaknya tidak ingin coba-coba, namun dengan pertimbangan yang matang.

"Kita lihat upaya kita, mau buka sekolah ini bukan coba-coba. Tapi kita lihat apa yang sudah kita lakukan, efeknya seperti apa. Kalau ada efeknya tentunya penerapan sekolah tatap muka ini bisa terealisasi," tuturnya.

Menantu Presiden Jokowi ini memastikan jika pelaksanaan sekolah tatap muka nantinya tidak akan dihadiri hingga 100 persen siswa. Namun akan dilaksanakan secara bertahap.

"Seperti yang saya sampaikan, mungkin tidak 100 persen langsung hadir. Tapi berapa persen murid yang hadir, sistemnya seperti apa, nanti kita lihat yang baik-baik. Bukan kita coba-coba," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved