Breaking News:

Ketua DPRD Sarankan Gubernur Sumut Kumpul Kepala Daerah Terkait Rencana Sekolah Tatap Muka Juni

Langkah itu perlu dilakukan, mengingat bupati dan wali kota dinilai lebih mengetahui kondisi pandemi covid-19 yang terjadi di wilayahnya.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Tebingtinggi mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka hari ini, di Tebingtinggi, Sumatera Utara, Jumat (9/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting menyarankan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk duduk bersama dengan pemerintah kabupaten/kota terkait rencana pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, langkah itu perlu dilakukan, mengingat bupati dan wali kota dinilai lebih mengetahui kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di wilayahnya masing-masing. 

"Memang secara pribadi ssaya menilai daerah kita masih dianggap zona rawan covid-19. Tapi itu kan tidak di seluruh kabupaten/kota. Saran saya, diundang bupati, wali kota, mereka bawa kadisdik dan kadinkes masing-masing. Bicara dari hati ke hati tentang kondisi di daerah. Kalau sekolah dibuka bagaimana penerapan protokol kesehatannya. Kalau perlu gubernur roadshow, melihat langsung kondisi di tiap daerah," kata Baskami, Selasa (8/6/2021).

Pembukaan sekolah, sebut Baskami, memang harus dilakukan, agar pelajar tidak mengalami loss learning. 

Meski selama pandemi covid-19, ada menerapkan sistem belajar daring dengan memanfaatkan perangkat android dan jaringan internet.

Cara ini dinilai tak sepenuhnya efektif, lantaran tidak semua pelajar berasal dari keluarga mampu, serta tinggal di daerah yang mudah mengakses internet.

"Kapan lagi mau dibuka sekolah. Anak murid kasihan belajar daring terus. Pendidikan sangat penting. Anak-anak pasti jenuh. Dan daerah tidak semua terjangkau jaringan maupuan miliki perangkat," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Baskami, wali kota dan bupati harus berani menjadi sosok yang paling bertanggungjawab bila pembukaan sekolah di daerah masing-masing akhirnya dilakukan.

"Kalau wali kota dan bupati masih ragu, jangan dulu dibuka. Tetapi bila kondisi pandemi sudah melandai, dan memang memungkinkan sekolah dibuka, harus ada yang bertanggungjawab soal penerapan protokol kesehatan benar-benar dilakukan demi keselamatan para siswa," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dab Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, meminta pemerintah daerah segera membuka opsi pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Permintaan ini ditujukan kepada daerah yang telah rampung melaksanakan vaksinasi bagi guru mauoun tenaga pendidik.

"Sekali lagi, saya imbau, kepada seluruh satuan pendidikan, jika ibu dan bapak guru serta tenaga pendidikan sudah divaksinasi mohon segera memberikan opsi PTM terbatas," kata Nadiem. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved