Breaking News:

Menang Dua Kasus Gugatan Lawan Warga Terkait Aset Pemkab Toba, Kajari Dapat Penghargaan

Kejari Tobasa berhasil memenangkan kasus gugatan sengketa lahan oleh warga di pengadilan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Penyerahan penghargaan oleh Bupati Toba Poltak Sitorus kepada Kajari Toba Samosir pada Senin (7/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kepala Kejaksaan Negeri Toba Samosir Baringin Pasaribu mendapat penghargaan dari Bupati Toba Poltak Sitorus karena dianggap menyelamatkan dua aset Pemkab Toba.

Terkait kedua aset tersebut, Kepala Seksi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Toba Samosir Hamongan Parsaulian Sidauruk mengatakan, pihaknya berhasil memenangkan gugatan terkait aset Pemkab yang dilayangkan waarga.

"Gugatan yang ada di Sibisa itu dengan luas 200 x 2000 meter, dimana gugatan itu oleh Pak Pahala dan Pak Ramsion. Gugatan mereka ditolak," ujar Kasidatun Kejari Toba Samosir Hamongan Parsaulian Sidauruk pada Selasa (8/6/2021).

"Yang digugat pada saat itu adalah pihak Bandara, kemudian dari Pemkab, dari BPN dan juga dari Camat dan Kepala Desa Pardamean Sibisa," sambungnya.

Gugatan kedua yang kemudian dimenangkan oleh Kejari Toba Samosir adalah sebidang tanah SD Sirandos, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

"Terkait gugatan yang di HKBP itu di SD Desa Sirandos, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. Itu berbatasan dengan SD Napitupulu. Yang menggugat saat itu adalah pihak HKBP. Gugatan itu dinyatakan NO atau ditolak," terangnya.

Bupati Toba Poltak Sitorus berikan plakat kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Toba Samosir Baringin Pasaribu atas prestasi seputar pelaksanaan hukum di Kabupaten Toba.

Pemkab Toba bekerjasama dengan Kejari Toba Samosir terkait kasus perdata atau penyelamatan aset Pemkab.

"Perlu kami jelaskan bahwa berdasarkan MoU, kesepakatan bersama pemerintah kabupaten Toba dengan Kejaksaan Negeri Toba Samosir tentang bantuan hukum, pertimbangan hukum, penegakan hukum dan tindakan hukum lain di bidang perdata dan tata usaha negara," ujar Bupati Toba Poltak Sitorus.

Kerja sama tersebut ditunjukkan dengan penunjukan Kejari Toba Samosir sebagai pemegang kuasa khusus atas Pemkab Toba dalam penyelesaian masalah perdata tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Toba telah melakukan kerjasama dengan Kejari Toba Samosir selaku Jaksa, pengacara dalam menangani berbagai permasalahan hukum tang dihadapi selama ini, khususnya bidang perdata dan  tata usaha negara," sambungnya.

Selanjutnya, ia menguraikan dua gugatan yang dilakukan pihak lain kepada pihak Pemkab Toba soal tanah yang kemudian dimenangkan di Pengadilan Negeri Balige.

"Selanjutnya, untuk tahun 2020 hingga tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Toba cq telah menandatangani surat kuasa khusus yaitu surat kuasa khusus pada tanggal 31 Agustus 2020 tentang gugatan yang diajukan oleh HKBP oleh Pendeta Darwin Lumbantobing dalam jabatannya sebagai Ephorus HKBP periode 2016 -2020 dengan hasil putusan tanggal 24 Februari 2021 dengan hasil ditolak," lanjutnya.

"Yang kedua kuasa khusus pada tanggal 25 September 2020 tentang gugatan yang diajukan oleh Pahala Sirait dan Ramsion Berutu dalam perkara perdata tanggal 2 September 2020 di Pengadilan Negeri Balige dengan hasil gugatan seluruhnya ditolak tanggal 2 Juni 2021," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved