Breaking News:

100 Hari Kerja Bobby Nasution-Aulia Rachman, 281 Kilometer Drainase Sudah Dinormalisasi

Untuk mencapai perbaikan infrastruktur termasuk penanganan banjir di Kota Medan perlu kolaborasi banyak pihak.

TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
KONDISI ruas jalan yang tergenang air di Jalan MH Thamrin, Kota Medan, setelah diguyur hujan, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan mengklaim terdapat gebrakan dalam masa kerja 100 hari pasangan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman. Dari data yang dirilis Dinas PU Medan, dalam masa 100 hari kerja Bobby-Aulia, terdapat 281 kilometer drainase yang sudah dinormalisasi dan 130 kilometer pemeliharaan jalan berlubang.

Kepala Dinas PU Medan, Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan hasil tersebut bukan merupakan target, tetapi hasil dari kerja keras yang dilakukan di tengah keterbatasan.

"Yang pertama itu hanya output hasil kinerja Dinas PU Medan selama 100 hari dan itu bukan target,  tapi hasil kerja keras beliau memimpin kami dalam situasi serba keterbatasan," ujar Zulfansyah saat dikonfirmasi Tribun Medan, Selasa (8/6/2021).

Adapun keterbatasan yang dimaksud Zulfansyah, adalah keterbatasan material, bahan kerja dan Sumber Daya Manusia (SDM). "Yakni terbatas keberadaan material dan bahan kerja, juga terbatas SDM. Karena beliau mulai memimpin di awal tahun anggaran yang semua persiapan pengadaan baru akan dimulai. Tapi dengan konsep kolaborasi dengan berbagai OPD dan instansi lain hal tersebut bisa terwujud," katanya.

Lebih lanjut Zulfansyah menjelaskan, capaian angka yang dirilis Dinas PU Medan tersebut bukanlah angka yang ditargetkan.

"Karena jika dilihat perbandingan panjang jalan yang harus diperbaiki setiap tahunnya adalah kurang lebih lima persen dari panjang jalan yang ada, yaitu kurang lebih 163 km, sedangkan rata-rata perbaikan setiap tahunnya sekitar 50 Km saja, Dan untuk perbaikan serta pemeliharaan jalan tersebut butuh anggaran yang besar," katanya.

Zulfansyah mengatakan, untuk perbaikan drainase, diketahui panjang drainase di Kota Medan kurang lebih 1.800 kilometer. "Begitu juga dengan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan drainase. Panjang drainase yang ada kurang lebih 1800 km. Jumlah dan kondisi itu tidak bisa dipastikan dapat mengatasi persoalan banjir dan genangan yang terjadi di Kota Medan," tuturnya.

Dikatakannya, dalam perbaikan drainase dibutuhkan upgrading dimensi serta pemeliharaan, perbaikan dan normalisasi yang membutuhkan anggaran yang besar.(cr14)

Baca juga: Lewati Jalan Rusak di Panei Tongah, Bupati Simalungun RHS Langsung Keluarkan Uang Pribadi

Kolaborasi Banyak Pihak

WALI Kota Medan Bobby Nasution mengatakan untuk mencapai perbaikan infrastruktur termasuk penanganan banjir di Kota Medan perlu kolaborasi banyak pihak. "Kami tak bisa sendiri. Butuh kolaborasi dari berbagai pihak. mari kita sama-sama, baik Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan BWS untuk mencapai penyelesaian masalah infrastruktur," ujar Bobby, Selasa (8/6).

Ia mengatakan saat ini Pemko Medan beserta Pemprov Sumut dan Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) tengah fokus dalam normalisasi dua sungai yakni Sungai Babura dan Bedera. "Hari ini kita fokus bagaimana menormalkan kembali aliran dua sungai. Kanal akan kita aktifkan kembali. Untuk warga yang tinggal di bantaran sungai, kita sosialisasi bagaimana dampaknya tinggal di bantaran sungai," tuturnya.

Bobby berharap kolaborasi ini dapat segera merealisasikan target dua tahun permasalahan banjir dan infrastruktur di Kota Medan selesai. "Makanya saya ajak BWS untuk kolaborasi, ayolah kita aktifkan kembali apa yang sudah kita bangun. Pintu air atau kanal bisa diubah sistemnya. Ini yang terus coba kita upayakan. Dan Dinas Perkim sudah saya minta agar menyiapkan anggaran khusus untuk pembebasan lahan di Sungai Babura dan Bedera," pungkasnya. (cr14/Tribun-Medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved