Breaking News:

Bakar Mobil Polisi Pembawa Kantung Darah, Warga Desa Helvetia Ini Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa Hafis memukuli kaca mobil sehingga kaca-kaca mobil berpecahan. Saat itu, Medan diwarnai dengan demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Tribun Medan
Sebuah mobil dinas milik kepolisian dibakar massa pada aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Medan, Sumatera Utara, Kamis (8/10/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com - Muhammad Hafis Harahap dituntut hukuman dua tahun penjara karena bersama sejumlah temannya menghancurkan dan membakar mobil polisi yang ternyata kendaraan operasional Rumah Sakit Bhayangkara Medan yang membawa darah donor dari Palang Merah Indonesia (PMI). 

Akibat perbuatannya, warga Jalan Veteran, Pasar VI, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang ini dituntut dua tahun penjara oleh jaksa.

"Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Muhammad Hafis Harahap dengan pidana penjara selama dua tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren saat sidang di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (9/6/2021).

Dikatakan Jaksa, perbuatan terdakwa melanggar pasal 170 KUHP. Usai membacakan tuntutan majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan menunda sidang pekan depan dengan agenda pledoi.

Jaksa menyebutkan bahwa  pada Kamis 8 Oktober 2020, Darto Sugito mendapat telepon dari petugas Laboratorium Rumah Sakit Bhayangkara yang memerintahkannya mengambil darah di Palang Merah Indonesia yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan.

"Sekitar pukul 15.00 WIB saksi Darto berangkat dari Rumah Sakit Bhayangkara menuju PMI, menggunakan mobil dinas inventaris rumah sakit," urai jaksa.

Sepulang dari mengambil darah, tepatnya sebelum lampu merah Tugu SIB, Jalan Guru Patimpus, Kelurahan Petisah, mobil yang dibawa Darto pun dikerumuni oleh sekelompok orang yang melakukan demonstrasi. Saat itu, Medan diwarnai dengan demo menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Tak disangka para terdakwa mulai memanggil teman-temannya sehingga jumlah orang yang mengerumuni mobil yang Darto Sugito kemudikan semakin banyak.

Terdakwa Hafis mulai memukuli kaca mobil dengan menggunakan tangan dan alat seperti kayu dan batu sehingga kaca-kaca mobil mulai berpecahan. 

"Bersamaan dengan itu saksi Darto Sugito mulai meminta tolong dengan mengatakan kepada massa bahwa dirinya membawa darah untuk pasien di rumah sakit sambil menunjukkan kantong darah kepada terdakwa. Akan tetapi terdakwa tidak menghiraukan," ucap Jaksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved