Breaking News:

Bupati Kembali Perbolehkan Warga Gelar Pesta Adat di Taput Setelah Masuk Zona Kuning

Bupati Taput Nikson Nababan kembali perbolehkan warga menggelar pesta adat setelah wilayahnya masuk zona kuning

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
HO
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan saat memimpin apel gabungan di Lapangan Tangsi Tarutung, Rabu (5/5/2021). Dalam kesempatan ini Nikson Nababan melarang Kades dan perangkat desa cuti lebaran.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,BALIGE--Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan kembali memperbolehkan warga menggelar pesta adat.

Keputusan ini diambil setelah Kabupaten Taput masuk dalam kategori zona kuning penyebaran Covid-19

Namun begitu, Nikson Nababan meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang digaungkan pemerintah. 

"Kesehatan tetap kita prioritaskan, tetapi roda perekonomian harus tetap berjalan. Mari tetap patuhi protokol kesehatan" kata Nikson, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Soal Belajar Tatap Muka, Bupati Taput Berpatok Pada Data Covid-19

Dia mengatakan, sebisa mungkin warga yang ingin keluar rumah tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

Jika ada kegiatan, maka kelompok rentan, khususnya kalangan orang tua sebaiknya tinggal di rumah saja.

"Kegiatan agama terbatas bisa dilakukan," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS Bupati Taput Larang Semua Kades dan Perangkat Desa Cuti saat Lebaran

Soal pelaksanaan acara adat, Nikson Nababan memberi aturan yang ketat.

Adapun aturan yang wajib dipatuhi yakni acara adat/pesta sudah selesai/berakhir pukul 15.00 WIB.

Baca juga: SOSOK Nikson Nababan, Bupati Taput, Jadikan Masa Lalunya Inspirasi

Kemudian, jumlah undangan yang hadir maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.

"Kegiatan restoran, rumah makan, kafe, warung/kedai makan minum, angkringan, swalayan, pedagang makanan minuman kaki lima dan tempat makan minum lainnya, untuk makan minum di tempat sebesar 50 persen dari kapasitas tempat dan untuk layanan makanan/ minuman melalui pesan antar/dibawa pulang diizinkan sampai dengan pukul 21.00 WIB," terangnya.

Baca juga: Sungai Sibundong di Taput Bakal Hasilkan Listrik Ramah Lingkungan di Sumut 

Ia melanjutkan bahwa pelaksanaan kegiatan ibadah di tempat ibadah dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan kapasitas 50 persen.

"Tempat-tempat wisata tetap dapat melaksanakan kegiatan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan kapasitas 50 persen," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved