Breaking News:

News Video

Dakwaan JPU: Terdakwa Pembunuhan Ojek Online di Kota Binjai Terancam Hukuman Mati

Akibat kalah judi dengan menggunakan uang hasil gadai sepeda motor, terdakwa berniat melakukan aksi kriminal untuk mendapatkan uang.

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Maraknya judi tembak ikan di Kota Binjai, menjadi faktor utama meningkatnya tindakan kriminal.

Satu contohnya, yakni pembunuhan terhadap Iwan Suranta Nainggolan (43), seorang sopir ojek online di Kota Binjai.

Hari ini, tersangka pembunuhan ojek online, Riky Darmawan alias Mawan (22), warga Jalan Hasan, Lingkungan V, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat, menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Binjai, Jalan Gatot Subroto, Rabu (9/6/2021).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benny Surbakti, pembunuhan yang dilakukan terdakwa berawal dari menggadaikan sepeda motor Honda Scoopy milik abangnya kepada Dinan senilai Rp 3 juta di Kelurahan Pekan Binjai.

Terdakwa menggunakan uang tersebut untuk bermain judi ke mesin tembak ikan. Dengan harapan, beruntung membawa puluhan juta.

Karena kalah, uang tersebut habis tersedot mesin judi.

Terdakwa memiliki niat untuk melakukan tindakan kriminal, agar dapat mengembalikan sepeda motor milik abangnya.

"Sehingga terdakwa tidak dapat menebus sepeda motor yang digadaikan dan timbul niat untuk melakukan pencurian," ujar Benny di hadapan Ketua Majelis Hakim, David Simare-mare didampingi Anggota Diana Gultom dan Evalina Barbara Meliala.

Kemudian, terdakwa pulang ke rumah mengambil sebilah pisau, untuk menakut-nakuti orang.

"Pisau yang dibawa terdakwa diselip di sebelah kanan pinggangnya," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved