Breaking News:

News Video

Dua Sekawan Edarkan Ribuan Ekstasi Harga Rp 80 ribuan Dihukum Belasan Tahun Penjara

Hakim menilai kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: heryanto

Dua Sekawan Edarkan Ribuan Ekstasi Harga Rp 80 ribuan Dihukum Belasan Tahun Penjara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jual ribuan pil ekstasi, dua sekawan Rahmadianto dan Ramas, dijatuhi hukuman belasan tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/6/2021).

Majelis hakim yang diketuai Mian Munthe menghukum Rahmadianto dengan pidana penjara selama 12 tahun, sedangkan Ramas 11 tahun dengan denda masing-masing Rp 1 milyar, subsidar 6 bulan penjara.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman berbeda terhadap keduanya karena Rahmadianto sebelumnya pernah dihukum.

"Hal memberatkan, karena terdakwa Rahmadianto sudah pernah dihukum," kata Hakim.

Hakim menilai kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Atas putusan itu, para terdakwa maupun Jaksa menyatakan pikir-pikir. Vonis itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra, yang meminta supaya keduanya dihukum 13 tahun penjara, denda Rp 1 Milyar, subsidar 6 bulan penjara.

Sementara itu, dalam dakwaan Jaksa menyebutkan, aksi kedua warga Mangkubumi kelurahan Aur itu, ketahuan pada Minggu 6 September 2020 saat anggota Polisi Polsek Medan Kota menyamar sebagai pembeli 1000 butir pil ekstasi dengan harga Rp 80 ribu per butirnya.

"Terdakwa Rahmadianto dan Ramdas mengatakan barangnya ada, lalu para saksi menyuruh para terdakwa untuk antarkan barang tersebut ke depan Wisma Jalan H. M Joni Medan. Sekira pukul 01.00 WIB, para terdakwa datang mengantarkan ekstasi tersebut, namun pada saat para terdakwa menyerahkan 2 bungkus berisikan Narkotika jenis Ekstasi tersebut, para saksi langsung melakukan penangkapan terhadap para terdakwa," kata Jaksa.

Setelah diintrogasi, kata Jaksa para terdakwa mengaku mendapatkan Ekstasi tersebut dari Soman (DPO), selanjutnya para saksi membawa para terdakwa untuk menunjukan Soman ke Jalan Angrung Polonia Medan, namun Soman tidak ditemukan lalu para terdakwa beserta barang bukti di bawa ke Polsek Medan Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved