Breaking News:

Kisah Inspiratif Mahasiswa USU, Miliki Coffee Shop Beromzet Rp 150 Juta per Bulan

"Sekarang sedang menyelesaikan tugas akhir di semester tujuh, Alhamdullilah karena online jadi bisa bagi waktu antara kuliah dan bisnis, " kata Riezky

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Owner Sukku Coffee and Space Muhammad Riezky merupakan sosok inspirasi anak muda dalam melihat peluang bisnis. 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Kisah Inspiratif Mahasiswa USU yang tengah menyelesaikan tugas akhir nya sambil mengembangkan bisnis coffee shopnya yang beromzet Rp 150 juta per bulan.

Muhammad Riezky atau kerap disapa Riezky, Ia merupakan seorang mahasiswa jurusan Teknik Industri, Universitas Sumatra Utara. 

Selain menyelesaikan tugas akhir perkuliahannya, Ia juga merupakan pemuda yang sukses mengembangkan bisnis coffee shop yang dinamai Sukku Coffee and Space yang berada di Jalan Karya nomor 99, Sei Agul, Kota Medan. 

"Sekarang sedang menyelesaikan tugas akhir di semester tujuh, Alhamdullilah karena online jadi bisa bagi waktu antara kuliah dan bisnis, " kata Riezky. 

Pemuda kelahiran tahun 2000 itu pun membuka bisnis yang dihadirkannya dengan ide yang dimilikinya ketika melihat rumah tua tak dihuni yang berada di Jalan Karya tersebut. 

"Ini dulu rumah tua dan tidak ada yang urus, jadi orang tua juga tidak ada latar belakang bisnis, pengen buat usaha warung kopi tapi berjalan 6 bulan, tidak laku, " tuturnya. 

Melihat jatuh bangunnya usaha warung kopi itu, Riezy pun mengambil alih untuk mengembangkan dengan konsep semi coffee shop. 

"Jadi mereka tawarin ke aku untuk ngembangin semi coffee shop soalnya di Jalan Karya coffee shop belum hidup, " ujarnya, Rabu (9/6/2021). 

Memberanikan diri sendiri dan berjalan dengan dukungan orang tuanya, Riezky mampu mengembangkan bisnisnya yang kian digandrungi anak muda di Kota Medan. 

Meski sempat jatuh bangun dalam mengembangkan coffee shop nya, Ia tidak menyerah begitu saja hingga siapa sangka, omzet dari Sukku Coffe and Space kini mencapai Rp 120 juta hingga Rp 150 juta setiap bulannya.

Tidak hanya itu, pemuda yang berusia 21 tahun ini juga telah memiliki sepuluh pegawai untuk mendukungnya dalam mengembangkan bisnis tersebut. 

"Cara bangkit itu dengan terus inovasi produk, cari referensi pasar di mana dan disukai masyarakat apa, " tuturnya. 

Ia juga mengatakan untuk memulai usaha dengan keyakinan dan menikmati proses, karena setiap anak muda yang sedang diproses akan mendapat akhirnya indah..

(Cr9/Tribun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved