Breaking News:

PPBD Online Amburadul, Panitia Sebut Keamanan Website Ada yang Membobol

Sejumlah orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya masuk sekolah dengan sistem PPDB online mengeluh dan komplain karena website rusak

Penulis: Kristen edi sidauruk
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah orangtua calon peserta didik mengeluhkan sistem pendaftaran PPDB online saat di kantor Dinas Pendidikan Sumut, Medan, Selasa (8/6/2021). Situs Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Medan diduga error menyebabkan beberapa siswa berubah lokasi, dengan tujuan sekolah yang didaftarkan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online di Sumatera Utara amburadul.

Sejumlah orang tua siswa dan wali siswa komplain, karena website untuk mendaftar rusak.

Mirisnya, setelah berhasil mendaftar, siswa yang mendaftar di SMA negeri Medan, justru namanya muncul di SMA yang ada di Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Otomatis, fakta ini memunculkan kecurigaan di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua siswa, bahwa panitia PPDB online tak siap untuk melaksanakan penerimaan siswa baru.

Baca juga: Server PPDB Online Eror, Kepsek SMA 1 Medan Sarankan Ini pada Calon Siswa

Terkait hal ini, panitia PPDB online di Sumut awalnya menuding orang tua atau wali siswa lah yang salah.

Mereka tak membersihkan history di handphone androidnya masing-masing.

Tapi belakangan, keterangan panitia PPDB online berubah lagi.

Kali ini Sekretaris Panitia PPDB Sumut Suhendri menyebut bahwa website mereka dijebol alias dibajak. 

"Menurut teman-teman programmer kemarin terjadi injeksi SQL (teknik eksploitasi celah keamanan) pada tabel database PPDB sekolah, sehingga itu kemudian ada yang masuk dan merubah sistem hingga tujuannya ke Pantai Labu," kata Suhendri, Selasa (9/6/2021).

Baca juga: Ombudsman Nilai PPDB Online Sumut Kacau, Dinas Pendidikan Sumut Tak Sediakan Tim Teknis

Dia mengatakan, pihaknya sudah memeriksa dan memperbaiki sistem yang rusak itu agar bisa kembali berjalan normal.

"Teman-teman juga ketika kita cek di aplikasi tidak ada melakukan itu. Alhamdulillah sudah kita perbaiki sistemnya sehingga pagi tadi sudah bisa jalan," katanya.

Suhendri pun membantah jika ada yang menyebut aplikasi mereka eror.

Dia beralasan pihaknya sudah melakukan perbaikan sistem dan upgrade aplikasi.

"Jika ditinjau dari sisi kendala atau aplikasi boleh dikatakan tidak ada, karena ada pendaftar yang masuk. Kalau dikatakan aplikasi mungkin tidak berfungsi pendaftar itu berarti tidak masuk," kata Suhendri.(cr6/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved