Breaking News:

Tertangkap Jual 1.000 Pil Ekstasi di Jalan HM Joni, Dua Sekawan Ini Dihukum Belasan Tahun

Jual ribuan pil ekstasi, dua sekawan Rahmadianto dan Ramas, dijatuhi hukuman belasan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan.

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa Rahmadianto dan Ramdas di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (9/6/2021). Kedua terdakwa divonis penjara belasan tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karena menjual ribuan pil ekstasi, dua sekawan Rahmadianto dan Ramdas, dijatuhi hukuman belasan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu (9/6/2021).

Majelis hakim yang diketuai Mian Munthe menghukum Rahmadianto dengan pidana penjara selama 12 tahun, sedangkan Ramas 11 tahun dengan denda masing-masing Rp 1 miliar, subsidar 6 bulan penjara.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman berbeda terhadap keduanya karena Rahmadianto sebelumnya pernah dihukum.

"Hal memberatkan, karena terdakwa Rahmadianto sudah pernah dihukum," kata Hakim.

Hakim menilai kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas putusan itu, para terdakwa maupun Jaksa menyatakan pikir-pikir.

Vonis itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra, yang meminta supaya keduanya dihukum 13 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsidar 6 bulan penjara.

Kedua warga Mangkubumi, Kelurahan Aur itu tertangkap pada 6 September 2020 saat petugas Polsek Medan Kota menyamar sebagai pembeli 1.000 butir pil ekstasi dengan harga Rp 80 ribu per butirnya.

"Terdakwa Rahmadianto dan Ramdas mengatakan barangnya ada, lalu para saksi menyuruh para terdakwa untuk antarkan barang tersebut ke depan Wisma Jalan H. M Joni Medan. Sekira pukul 01.00 WIB, para terdakwa datang mengantarkan ekstasi tersebut, namun pada saat para terdakwa menyerahkan dua bungkus ekstasi, para saksi langsung menangkap para terdakwa," kata Jaksa saat pembacaan dakwaan.

Setelah diinterogasi, kata Jaksa, para terdakwa mengaku mendapatkan ekstasi tersebut dari Soman (buronan). Polisi membawa para terdakwa untuk menunjukan Soman ke Jalan Angrung Polonia Medan. Namun Soman tidak ditemukan. (cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved