Breaking News:

News Video

100 Hari Kerja Bobby Nasution, SAHdaR Soroti Polemik Sampah di Kota Medan

Advokasi untuk Hak Dasar Rakyat (SAHdaR) Soroti Polemik Sampah di Kota Medan, mengingat 100 Hari Kerja Bobby Nasution.

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Almazmur Siahaan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Genap 100 hari kepemimpinan wali kota Medan Bobby Nasution, harapan agar kota Medan terbebas dari permasalahan sampah tampaknya masih membutuhkan usaha yang lebih besar.

Berdasarkan hasil survei Sentra Advokasi untuk Hak Dasar Rakyat (SAHdaR), sampai saat ini terdapat 1000 titik bahu jalan dan trotoar yang terpantau masih menjadi tempat pembuangan sampah di kota Medan.

Koordinator SAHdaR Medan, Ibrahim mengatakan, titik terbanyak tempat penumpukan sampah ada di Jalan Sisingamangaraja.

Kemudian diikuti Jalan Letda Sujono, Jalan Panglima Denai dan Jalan Gatot Subroto.

Kondisi serupa juga terjadi di berbagai ruas jalan di kota Medan hingga ke perumahan penduduk.

Catatan yang ada menunjukkan terdapat 16 ruas bahu jalan protokol kota Medan yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sementara.

Kondisi itu mengakibatkan jalan di wilayah tersebut tampak kumuh dan sering sekali tercium aroma busuk yang dapat memicu rasa mual.

Sejak dideklarasikannya program kebersihan lingkungan oleh wali kota Medan sampai saat ini, SAHdaR menilai ada beberapa penyebab penumpukan sampah di sebagian besar bahu jalan.

Pertama, tidak adanya tempat penampungan sampah di tengah pemukiman masyarakat kota Medan. Mau tidak mau masyarakat harus membuang sampah di bahu jalan.

Halaman
123
Penulis: Almazmur Siahaan
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved