Breaking News:

Bawa-bawa Nama Gubernur dan Wakil Gubernur saat Rusak Sawit, PTPN II Lapor ke Polda Sumut

Saat berdialog di lokasi tanaman sawit yang dirusak, ternyata dilakukan AK yang menyuruh melakukan pengerusakan sawit itu.

Tribun-medan.com/ Wen Satia
Tanaman sawit milik Kebun Tanjung Jati PTPN2 yang dirusak orang tidak bertanggungjawab, Selasa (08/06/2021). (Tribun-medan.com/ Wen Satia) 

TRIBUN MEDAN.COM, LANGKAT - Sekelompok masyarakat melakukan pengerusakan tanaman kebun sawit milik PTPN II, di Tanjung Jati, Kabupaten Langkat, pada Selasa (8/6/2021).

Pengerusakan dilakukan oleh tiga oknum, yakni berinisial Sut, AK dan Ta. Saat didatangi oleh pihak perusahaan, ketiga oknum ini mengaku punya kedekatan dengan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakilnya Musa Rajekshah.

Dalam kronologi kejadian, Askep Kebun Tanjung Jati PTPN II, Tanjung Siahaan melalui Kasubbag Humas Sutan Panjaitan mengatakan, pengrusakan tanaman sawit dilakukan oleh ketiga orang tersebut.

Pada saat itu, Bintara Pengamanan (Bapam Buari) sedang tugas di lokasi panen Afd IV bersama Mandor bernama Agus.

Selanjutnya Agus mendapat telepon dari seorang petani yang berladang di sekitar lokasi pengerusakan bernama An.

"An melaporkan adanya orang ramai-ramai di lokasi sedang merusak tanaman kelapa sawit. Selanjutnya Agus melaporkan kejadian kepada Bapam Buari," katanya, melalui sambungan telepon genggam, Rabu (9/6/2021).

Mendengar laporan pengrusakan tanaman sawit tersebut, Bapam Buari menelpon Danru Security Edi Pranata, untuk memeriksa lokasi tanaman sawit di Blok 25 seluas 28,82 Ha yang berada di Afdeling V dengan Sertifikat HGU nomor: 05/2028 dan langsung bergerak menuju lokasi pengrusakan tanaman sawit tersebut.

"Begitu tiba di lokasi pengrusakan tanaman sawit tersebut, Bapam Buari melihat tanaman kelapa sawit beberapa pohon sudah dirusak. Dimana pelepah tanaman kelapa sawit sudah terpotong sampai pucuk dan pelepah berserakan dibawah pohon. Setelah diperiksa ternyata jumlah pohon kelapa sawit yang telah dirusak sebanyak 7 (tujuh) pohon," ungkapnya.

Selanjutnya, Bapam Buari mengelilingi areal yang didampingi Edi Pranata dan Bagus di areal, guna mengetahui siapa yang melakukan pengerusakan tersebut.

Setelah berkeliling, kata Sutan, mereka bertemu dengan tiga orang laki-laki, dan kemudian memperkenalkan diri bernama Sut, AK dan Ta.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved