Breaking News:

Keroyok Juru Parkir Resmi Bersama Temannya, Kakek 69 Tahun Disidang

Karena persoalan uang parkir, kakek 69 tahun Robert Simanjuntak alias Bandot disidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (10/6/2021).

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Saksi Ageng Suroto saat memberikan keterangan di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karena persoalan uang parkir, kakek 69 tahun Robert Simanjuntak alias Bandot disidang di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (10/6/2021).

Pasalnya, warga Jalan Bulan Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota itu bersama beberapa rekannya nekat mengeroyok seorang tukang parkir di tengah pasar.

Fakta itu diungkapkan oleh korban, Ageng Suroto, saat bersaksi atas peristiwa yang menimpa dirinya itu.

Ageng menuturkan perkara itu terjadi pada Jumat tanggal 29 Januari 2021 sekitar pukul 08.30 WIB.

Ageng yang mengaku sebagai tukang parkir resmi yang memiliki tiket cekcok dengan Robert karena pembayaran uang parkir.

"Saya petugas parkir resmi. Pas mau nagih pada konsumen, dilarang oleh terdakwa. Meraka ada empat orang menganiaya saya. Dia paling tua. Ikut mukul dia," kata Ageng.

Ageng mengatakan sejumlah orang ikut mengeroyoknya karena masalah sepele tersebut hingga ia mengalami sejumlah luka di badan dan kepalanya. 

Usai mendengar keterangan saksi, majelis hakim yang diketahui Dominggus Silaban menanyakan kepada terdakwa yang mengikuti sidang secara daring, apakah benar ia melakukan pengeroyokan terhadap Ageng.

Robert berkilah. Ia mengatakan, dirinya memukul Ageng bukan karena uang parkir melainkan karena Ageng merusak sapu miliknya.

"Karena dirusaknya sapu saya," cetus Robert.

Dalam dakwaan Jaksa menuturkan perkara itu bermula pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 lalu, ketika itu saksi korban Ageng Suroto yang bekerja sebagai juru parkir di Jalan Bulan Pusat Pasar Medan, meminta uang parkir kepada sopir mobil pick up yang parkir di tempat tersebut.

"Lalu sopir tersebut mengatakan bahwa ianya telah memberikan uang parkir kepada Botak (belum tertangkap), sehingga saksi korban menegur Botak dan terjadi keributan. Lalu datang terdakwa Robert sambil mengeluarkan pisau dari belakang pinggangnya namun pisau tersebut jatuh ke tanah," kata Jaksa.

Selanjutnya, kata Jaksa, terdakwa bersama dengan dengan beberapa rekannya yakni Botak, Erik, dan Joni (belum tertangkap) mendatangi saksi korban dan langsung memukul dan  menendang ke arah wajah hingga saksi korban terjatuh, kemudian saksi korban kembali ditendang dan dipukul berkali-kali oleh terdakwa dan ketiga temannya secara bersama-sama.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved