Lantik Bupati dan Wakil Bupati Nias, Gubernur Edy Beri Pesan Ini pada Kedua Pejabat

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melantik Bupati dan Wakil Bupati Nias, Kamis (10/6/2021) di Aula Tengku Rizal Nurdin

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nias, Ya'atulo Guo dan Arota Lase yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Aula Tengku Riza Nurdin Jalan Sudirman Medan, Kamis (10/6/2021).(TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN--Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melantik Bupati dan Wakil Bupati Nias terpilih hasil Pilkada 2020, yakni Ya'atulo Gulo-Arota Lase.

Pelantikan berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Medan, Kamis (10/6/2021).

Dalam sambutannya, Edy Rahmayadi menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi Nias saat ini, di antaranya persoalan infrastruktur, pendidikan dan lainnya.

Sehingga ia berharap kepada seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Nias untuk bekerja sebaik mungkin demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca juga: Bawakan Suku Nias, Puteri Cilik Indonesia Sumut Maju ke Tingkat Nasional

"Saudara-saudara saya, khususnya kepada Bupati Nias. Pekerjaan rumah Anda besar sekali. Kita tahu semua Nias ini bagaimana. Dan sekarang ini anda menjadi bapak dan ibu di Nias," ucap Edy Rahmayadi, Kamis.

"Berat sekali, tetapi anda harus berbuat, memberikan kesejahteraan sesuai dengan sumpah yang anda ucapkan tadi. Sumpah anda kepada Tuhan,"

"Yakinkan bahwa anda bisa melakukan sesuai dengan sumpah anda tadi. Tapi itu akan sia-sia, apabila anda tak punya niat untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat yang kita cintai ini," tambahnya.

Baca juga: Aura Kasih Waruwu Banggakan Nias, Dinobatkan Jadi Puteri Cilik Indonesia Sumut, Wakil ke Nasional

Mantan Pangkostrad itu meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Nias yang baru dilantik untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, agar kemajuan Nias bisa terwujud.

Bangun konsolidasi, agar visi dan misi pembangunan yang telah ditampung dalam APBD bisa berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

"Kontestasi sudah selesai. Rangkul semua yang berbeda-beda partai, berbeda-beda perahu. Sekarang ini di Nias anda berdua orang tua di sana. Untuk itu berbuat lah yang terbaik. Lakukan penyerapan anggaran APBD," kata Edy Rahmayadi.

Kemudian, ia pun menyoroti kasus korupsi yang terjadi di Sumut.

Kini Sumut kembali berada di posisi kedua sebagai provinsi terkorup di Indonesia. 

Baca juga: Korupsi Pembangunan Gedung Sekolah di Nias Barat, Penunjukan Ketua Komite Berbau Nepotisme

Untuk itu ia menegaskan kepada seluruh kepala daerah di Sumut untuk mengelola APBD sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tolong perhatikan ini, sudah sering saya sampaikan. Memang kita besar, 33 kabupaten/kota. Tolong taati ini. Jangan memperkaya orang lain. Jangan memperkaya diri dan jangan rugikan uang negara. Yakinkan kita bisa lakukan ini," tegasnya.

Terkahir, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menekankan pentingnya Esprit de Coprs di dalam menjalankan pemerintahan.

Baca juga: Pulau Nias Diguncang Gempa Dahsyat dan Beruntun, Terasa di Berbagai Wilayah Sumut hingga Padang

Visi dan misi kabupaten/kota harus selaras dengan Pemprov Sumut.

Begitu juga Gubernur turut menyelaraskan visi dan misi Presiden RI.

"Untuk itu 6 bulan yang akan datang. Anda harus melaporkan ke provinsi, khususnysa kepada Bappeda, tentang visi dan misi bupati dan wakil bupati yang dituangkan dalam RPJMD. Terlambat berarti anda melanggar Undang-undang," pungkasnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved