Breaking News:

Rambu Halte Trans Metro Deli Hilang dan Dirusak, Dishub Medan Diminta Segera Perbaiki

Sebelumnya, beberapa rambu juga telah hilang seperti di depan Lapangan Merdeka dan di depan Rusunawa Seruwai. Marka di Jalan S Parman rusak.

Rechtin / Tribun Medan
Rambu halte bus Trans Metro Deli di Jalan S Parman, Kecamatan Medan Petisah rusak. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Almazmur Siahaan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rambu titik perhentian bus Trans Metro Deli (TMD) di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 8,9 hilang sejak Selasa (8/6/2021).

Sebelumnya, beberapa rambu juga telah hilang seperti di depan Lapangan Merdeka dan di depan Rusunawa Seruwai. Marka Trans Metro Deli di Jalan S Parman telah dirusak.

Kepala Bagian Operasional Bus Trans Metro Deli Emil Pane mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan agar segera memperbaiki atau memasang ulang plang halte yang bermasalah.

"Penanggulangannya sudah kita sampaikan ke Dishub kota medan, supaya ini diperhatikan oleh Dishub. Karena mereka yang bertugas mengawasi halte-halte itu, dan mana yang sudah hilang coba diperbaharui lagi," ujar pejabat Kementerian Perhubungan ini, Kamis (10/6/2021).

"Setiap ada halte yang hilang, sopir langsung lapor di grup komunikasi, dan itu kita sampaikan ke dinas terkait," tambahnya.

Emil mengatakan, pihaknya bersama Dishub Kota Medan telah melakukan survei ke beberapa titik rambu yang hilang. 

Rambu Bus Trans Metro Deli di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 8,9 Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, hilang dicuri, Selasa (8/6/2021).
Rambu Bus Trans Metro Deli di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 8,9 Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, hilang dicuri, Selasa (8/6/2021). (TRIBUN MEDAN/HO)

"Kemarin kami ada beberapa kali survei sama orang SI begitu juga dengan Dishub Kota Medan. Itu memang karena semacam kesengajaan. jadi memang kerjaan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang iseng, karena kita pun tidak tahu apa motivasi mereka untuk merusak halte itu," jelas Emile.

Dikatakannya, terkadang ada juga orang yang mengambil tiang plang saja dan meninggalkan plat rambunya.

"Kadang nanti besinya dibawa. Tapi platnya ditinggalkan. Itu bukan hanya terjadi di daerah arah Belawan, di Tuntungan juga banyak seperti itu," ujar Emile.

"Bukan untuk khusus dicuri menurut saya, mungkin pemulung lewat dia lihat ada besi dia patah-patahin, karena tiang besinya kan kecil itu," tambahnya.

Sementara untuk waktu perbaikan, Emile mengatakan itu tergantung kesiapan dari Dishub kota Medan.

Akan tetapi, pihaknya akan terus mendorong Dishub kota Medan agar permasalahan tersebut cepat diselesaikan. (cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Almazmur Siahaan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved