Breaking News:

Bayi Diduga Dicovidkan Meninggal

Tiga Kasus Viral di RSUD Dr Pirngadi Medan terkait Rendahnya Kualitas Pelayanan kurun 2 Bulan

Belakangan ini rumah sakit plat merah, RSUD Dr Pirngadi Medan menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan pelayanan yang cenderung buruk.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/Risky Cahyadi
Bayi Khayra yang diduga dicovidkan RS Pirngadi meninggal dunia. (Tribun-medan.com/ Risky Cahyadi) 

Tiga Kasus Viral di RSUD Dr Pirngadi Medan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belakangan ini rumah sakit pelat merah, RSUD Dr Pirngadi Medan menjadi sorotan.

Dari informasi yang berhasil dirangkum Tribun Medan, ada tiga kasus atau kejadian yang viral di media sosial terkait RS milik pemerintah ini terkait rendahnya kualitas pelayanan rumah sakit ini dalam kurun waktu tak sampai dua bulan.

Viral Medsos Pertama

Kejadian pertama yang sempat viral yakni, kasus pencurian barang berupa uang terhadap pasien yang saat itu melakukan isolasi covid-19 di RSUD Dr Pirngadi Medan.

Kejadian itu dialami seorang pasien bernama Ilham. Ia mengatakan bahwa dirinya mengetahui uang di dalam tasnya sudah raib saat hendak pulang usai menjalani isolasi pada Kamis (22/4/2021) kemarin.

"Jadi saat itu mau pulang. Saya berkemas lah, kan banyak barang-barang yang dibawa. Lalu, saat ngecek dompet, uangnya sudah tidak ada lagi," katanya.

Pasien Covid-19 berinisial IF menjelaskan kronologi pencurian yang dialaminya saat isolasi di RSUD Pirngadi Medan, Jumat (23/4/2021).
Pasien Covid-19 berinisial IF menjelaskan kronologi pencurian yang dialaminya saat isolasi di RSUD Pirngadi Medan, Jumat (23/4/2021). (Tribun Medan)

Karena penasaran, Ilham kemudian melaporkan kejadian itu ke pos perawat.

"Memang sebelumnya, pihak rumah sakit sudah mengumumkan untuk waspada dengan barang-barang para pasien. Jadi saya ke pos perawat dan melaporkan, setelah itu ecek cctv, eh benar pelaku seorang pria menggunakan masker hitam," katanya.

Dalam kejadian ini, lanjutnya, ia melaporkan kepada pihak kepolisian, namun dirinya berharap adanya peningkatan pengamanan di rumah sakit tersebut.

"Usai mengambil barang saya. Pelaku balik lagi dan mengembalikan tas saya. Jadi barang lain tidak ada hilang. Cuma uang tunai saja Rp 700 ribuan. Ya saya tidak buat laporan. Namun lebih ditingkatkan lah. Kasihan kalau ada korban yang sama dengan saya," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved