Breaking News:

Bayi Dicovidkan Rumah Sakit

Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala Kumpul Informasi Soal Keluhan pada RSUD Pirngadi

Wakil Ketua DPRD Kota Medan mengaku telah mendapatkan informasi tentang beberapa warga yang kecewa dengan RSUD Pringadi. 

Penulis: Goklas Wisely
Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala mengunjungi rumah keluarga bayi Khayra Hanifah Al Maghfirah, Kamis (10/6/2021). Khayra diduga mendapat pelayanan buruk dari RSUD dr Pirngadi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Goklas Wisely

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Ketua DPRD Kota Medan mengaku telah mendapatkan informasi tentang beberapa warga yang kecewa dengan RSUD Pringadi. 

Pelayanan RSUD Pirngadi kembali menjadi sorotan setelah viral video keluarga pasien bayi tidak terima bayinya dinyatakan reaktif tes Covid-19. Belakangan, bayi itu meninggal dunia.

"Ya baru saja ada yang memberi pesan dari warga kota Medan bahwa pernah mengalami masalah yang hampir serupa," kata Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, Kamis (10/6/2021). 

Berangkat dari anggapan itu, pihaknya pun mengumpulkan bukti-bukti. 

Kemudian bukti-bukti tersebut akan dibawakan sewaktu memanggil Direktur RSUD Pirngadi dalam rapat dengar pendapat. 

"Semoga untuk RDP ke depan akan menghasilkan sebuah kebijakan yang baik," ujarnya.

Rajudin mengatakan, dirinya menyesalkan kematian bayi Khayra Hanifah Al Maghfirah yang menurut keluarga mendapat pelayanan yang buruk, mulai dari kontroversi tes Covid-19 sampai batal operasi karena peralatan medis yang tidak tersedia.

Ia pun hadir di  rumah duka bayi tersebut di Jalan Jangka, Gang Sehat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Kamis (10/6/2021).

Saat ia datang, pihak keluarga atau orangtua bayi tersebut pun menyambutnya dengan hangat. Masih terlihat jelas mimik wajah dari kedua orang tuanya menyimpan kesedihan teramat dalam. 

Sang ibu pun memulai cerita kepada Rajudin terkait kejadian - kejadian yang dialaminya di RSUD Pringadi. Kekesalannya pun tertumpah dalam bentuk kata-kata dengan nada yang bergetar. 

Rajudin pun berusaha untuk meneguhkan kedua orang tua dan keluarga yang ditinggalkan oleh bayi tersebut. 

"Tentu ini adalah kejadian yang miris. Kami akan segera panggil RSUD Pirngadi agar dapat menjelaskan seluruhnya," sebutnya. (cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved