Breaking News:

Export Centre Diluncurkan Bulan Depan, Kabupaten di Sumut Wajib Kirimkan Rekomendasi UKM Prioritas

Beragam produk kini menjadi andalan Sumut untuk dapat dikirim ke pasar ekspor seperti Sawit dan turunannya, karet, kopi, dan aneka produk lainnya.

TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Balai Karantina Pertanian Belawan saat melakukan pengecekan produk turunan kelapa berupa santan asal Sumut yang jumlah ekspornya meningkat pesat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Potensi Ekspor di Sumut kini semakin menjanjikan.

Beragam produk kini menjadi andalan Sumut untuk dapat dikirim ke pasar ekspor seperti Sawit dan turunannya, karet, kopi, dan aneka produk lainnya.

Melihat hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut pun kini dalam tahap akhir dalam pembangunan Export Centre tak jauh dari Disperindag Sumut, Jalan Putri Hijau No.6, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Berdasarkan informasi dari Kabid Perdagangan Luar Negeri (PLN) Disperindag Sumut, Parlindungan Lubis mengungkapkan bahwa Export Centre akan direncanakan pada Juli mendatang.

"Insha Allah bulan Juli akan diresmikan pak gubernur. Kita masih terus persiapan karena ini melibatkan semua pihak dalam pembinaan ekspor ini," ungkap Parlindungan, Jumat (11/6/2021).

Dikatakan Parlindungan, saat ini pihak Disperindag Sumut sudah melayangkan surat kepada kabupaten/kota untuk dapat mengirimkan nama-nama UMKM yang menjadi prioritas untuk mendapat pendampingan.

"Kalau terdaftar sudah ada. Untuk kabupaten dan kota, dari dua bulan lalu kita sudah melayangkan surat dan sebagian sudah pada masuk. Dan kalau sudah launching nanti akan keluar daftar prioritas daftar UMKM yang akan dibina," tutur Parlindungan.

"Jadi penggarapannya kabupaten kota yang membidangi bidang perdagangan itu merekomendasikan UMKM unggulan mereka. Nanti masing-masing instansi seperti BI, Disperindag, atau Balai Karantina nanti akan juga merekomendasikan UMKM yang layak untuk dibina dan ditindaklanjuti pembinaan naik kelasnya," lanjutnya.

Hadirnya Export Centre ini menjadi harapan besar untuk dapat meningkatkan kualitas produk untuk dapat siap ekspor.

Parlindungan mengklaim bahwa dengan adanya program ini mampu mencetak 1000 UMKM siap menjadi eksportir.

"Target kita 1000 UKM jadi melibatkan banyak stake gol Saat ini 25-35 persen UMKM di Sumut sudah realisasi untuk produknya lepas keluar negeri," ujar Parlindungan.

Sebagai gambaran, Export Centre nantinya akan mendampingi para UKM dengan beragam kegiatan hingga akhirnya dapat selesai untuk siap ekspor mulai dari kemasan, perizinan, maupun pemasaran.

"Pembinaan ini harus berkesinambungan. Jadi ada pendampingan. Jadi ada beberapa program unggulan ke dalam kegiatan agar UKM itu memahami dan mengerti untuk pelaksanaannya. Jadi semua stake holder yang terkait harus dapat bersinergi nantinya," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved