Breaking News:

Kedapatan Jual Oli Unioil Palsu, Wendy Dituntut Bayar Denda Rp 25 Juta

Wendy Kartono, warga Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor kini dituntut membayar denda Rp 25 juta di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/GITA 
Terdakwa Wendy Kartono, warga Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor kini dituntut membayar denda Rp 25 juta di Pengadilan Negeri (PN) Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketahuan jual beli oli palsu merek Unioil, Wendy Kartono, warga Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor kini dituntut membayar denda Rp 25 juta di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Tidak hanya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Delyanti menilai Pria berusia 37 tahun ini bersalah melakukan transaksi jual-beli oli Unioil palsu, yang mengakibatkan perusahaan resmi selaku distributor oli Unioil mengalami kerugian dan penurunan penjualan hingga ribuan kotak per bulan.

"Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Wendy Kartono dengan membayar denda Rp 25 juta subsider 3 bulan kurungan," kata JPU Sri Delyanti.

JPU menilai perbuatan terdakwa bersalah melanggar Pasal 102 Jo Pasal 100 ayat (1) UU RI  Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. 

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Saidin Bagariang menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa. 

Sementara itu, mengutip dakwaan Jaksa mengatakan diketahuinya aksi Wendy saat terdakwa sekitar bulan Juli 2020 lalu.

Berawal dari adanya penemuan oli merk Unioil yang diduga palsu di expedisi Kalimantan yang terletak di Jalan Irian Barat Percut Sei Tuan.

"Pada 12 Agustus 2020 sekira pukul 11.50, saksi Hendramin selaku Karyawan PT Dirgantara Mitramahardi Jakarta selaku distributor resmi oli merek tersebut untuk wilayah Banda Aceh dan Sumatera Utara,"  kata JPU Sri Delyanti di hadapan majelis hakim yang diketuai Saidin Bagariang.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan barang bukti ratusan kotak oli Unioil dengan harga yang tidak sesuai. 

"Terdakwa mengakui jika barang yang ditemukan di ekspedisi Kalimantan berupa minyak pelumas merk Unioil tersebut adalah milik terdakwa yang terdakwa beli dari seorang sales freelance  yang menawarkan kepada terdakwa melalui handphone bernama Rendi (belum tertangkap)," sebut JPU Sri Delyanti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved