Breaking News:

Pemprov Buka SMAN 1 Pangkalansusu-SMKN 1 Tanjungpura, Persiapan Sekolah Tatap Muka

Sekitar 90 persen sekolah SMA/SMK negeri dan swasta sudah melaksanakan vaksinasi terhadap guru. 

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN
(Foto ilustrasi) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Tebingtinggi mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka hari ini, di Tebingtinggi, Sumatera Utara, Jumat (9/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN MEDAN.com, LANGKAT - Sekitar 90 persen sekolah SMA/SMK negeri dan swasta di Langkat sudah melaksanakan vaksinasi terhadap guru. Vaksinasi guru diperlukan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah yang rencananya dimulai Juli 2021.

"Kalau sekolah yang melaksanakan sudah mencapai 90 persen. Kalau jumlah gurunya kita belum dapat pasti. Tapi seluruh sekolah sudah aktif untuk bersama-sama vaksin," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, untuk wilayah Kota Binjai dan Kabupaten, Basir Hasibuan, Jumat (11/6/2021). 

Ia mengatakan, dalam upaya membuka belajar secara tatap muka, Basir sudah melakukan uji coba mengajar terhadap dua sekolah. Uji coba yang dilakukan pada SMAN 1 Pangkalansusu dan SMKN 1 Tanjungpura

"Untuk rencana sekolah tatap muka, kami sudah menggelar uji coba. Ada dua sekolah di Langkat yang sudah dilakukan uji coba belajar tatap muka. Yakni di SMAN 1 Pangkalansusu dan SMKN 1 Tanjungpura," ucapnya. 

Uji coba belajar tatap muka berjalan baik dan lancar dengan tetap mematuhi ketat protokol kesehatan. Siswa yang masuk juga tidak seluruhnya. 

Mereka bergantian melakukan belajar tatap muka dengan kuota 50 persen dari jumlah siswa pada sekolah tersebut.

"Kalau satu minggu yang belajar tatap muka siswa kelas satu, maka siswa yang kelas dua daring," urainya. 

Ia mengatakan, uji coba ini diberlakukan sejak April lalu. Hingga kini, belum ada timbul masalah pada dua sekolah itu. 

"Uji coba belajar tatap muka dilakukan sejak April 2021 kemarin, pada dua sekolah itu. Protokol kesehatan ketat diterapkan, ada yang sakit tidak dibenarkan, batuk saja kita tidak bolehkan," ujarnya. 

Kata dia, tidak ada klaster baru ditimbulkan saat uji coba belajar tatap muka pada dua sekolah tersebut. 

"Alhamdulillah, sampai saat ini kami tidak mendengar ada sekolah yang terpapar. Hal ini yang sangat dirindukan oleh anak anak dan orang tua (belajar tatap muka). Kami mendapat respon dan dukungan yang positif, tapi tetap sesuai arahan pak gubernur dengan patuhi prokes," serunya. (wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved