Breaking News:

Peneliti Mulai Ungkap Cara China Menyembunyikan Asal-usul Covid-19, Ini Penjelasannya

Fakta bahwa China telah melakukan eksperimen berbahaya dan menyesatkan dunia menghadapi tantangan besar bagi kita.

CHINA DAILY/REUTERS via VOA INDONESIA
TELITI ASAL VIRUS CORONA - Pakar dari China dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenakan masker saat mengunjungi Rumah Sakit Wuhan Tongji, pusat wabah virus corona di Hubei, China, 23 Februari 2020.(CHINA DAILY/REUTERS via VOA INDONESIA) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Para ahli semakin percaya bahwa China menyembunyikan asal-usul virus corona yang sebenarnya.

Penulis buku baru yang sensasional tentang pandemi mengatakan kepada Daily Express bahwa dia yakin Beijing harus berterus terang dan membayar ganti rugi finansial ke seluruh dunia.

"Ada banyak bukti tidak langsung bahwa China bersalah," kata Jasper Becker, yang bukunya, Made in China, diterbitkan akhir bulan ini.

Becker menambahkan, "Fakta bahwa China telah melakukan eksperimen berbahaya dan menyesatkan dunia menghadapi tantangan besar bagi kita. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi lagi."

Jika dapat dibuktikan bahwa kelalaian China yang harus disalahkan, akibatnya akan sangat besar, tambahnya.

Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. (HECTOR RETAMAL/AFP)
Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. (HECTOR RETAMAL/AFP)

Melansir Express.co.uk, Selasa (8/6/2021), dua ahli AS akhir pekan ini mengklaim bahwa pengurutan genom penyakit sangat menyarankan virus itu diproduksi di dalam laboratorium China.

Dr Stephen Quay dan Richard Muller, seorang profesor fisika di University of California, Berkeley, mengungkapkan temuan mereka di The Wall Street Journal pada hari Minggu.

Becker melanjutkan: "Banyak bukti menunjukkan bahwa mereka (pihak berwenang China) tahu tentang ini (potensi wabah) jauh lebih awal pada bulan November dan awal Desember 2019.

"Butuh banyak waktu untuk melewati birokrasi China sebelum mereka mengambil tindakan."

Awalnya, pemerintah China mencoba menggunakan buku pedoman yang disebarkan selama epidemi SARS, penyakit pernapasan akut yang berasal dari Guangdong, China selatan, dari 2002-2004.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved