Breaking News:

BERITA TERBARU Kota Medan Zona Merah, Inilah Daftar 17 Daerah Zona Merah Covid-19 di Indonesia

Bagi daerah yang pada minggu ini mengalami perkembangan kurang baik yang dibuktikan dari status zonasi yang memburuk,

Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi/shutterstock
Waspada Zona Merah Covid-19, perketat protokol kesehatan 

TRIBUN-MEDAN.com- Jumlah daerah berkategori Zona merah atau berisiko tinggi meningkat menjadi 17 daerah.

Sebelumnya dilaporkan pada 30 Mei lalu, zona merah berada diangka 13 daerah kini meningkat menjadi 17 daerah.

Disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, pada minggu ini ada 12 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye menjadi zona merah.

Depresi Berat, Pria Ini Tikam Bosnya Setelah Dipecat, Lalu Tusuk Diri Sendiri di Depan Rekan Kerja

Yakni Kota Banda Aceh (Aceh), Kota Medan (Sumatera Utara), Lima Puluh Kota dan Dharmasraya (Sumatera Barat), Siak dan Kuantan Singingi (Riau), Tebo (Jambi), Ciamis dan Bandung Barat (Jawa Barat), Tegal (Jawa Tengah) dan Kota Bima (NTB).

"Saya ingatkan, bagi daerah yang pada minggu ini mengalami perkembangan kurang baik yang dibuktikan dari status zonasi yang memburuk, untuk segera melakukan evaluasi pada kasus positif, kesembuhan, kematian, testing maupun pelayanan pasien COVID-19 di daerahnya masing-masing," ujarnya dalam keterangan pers virtual pada Jumat (11/6/2021).

Ia mengingatkan, perlu diwaspadai 10 kabupaten/kota yang saat ini berada pada zona oranye dengan skor mendekati zona merah.

Di antaranya Pati, Brebes dan Semarang di Jawa Tengah, Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru di Riau, Muara Enim di Sumatera Selatan, Tanah Datar di Sumatera Barat, Dairi di Sumatera Utara, Bintan di Kepulauan Riau dan Sumba Tengah di NTT.

"Daerah-daerah ini jika tidak segera diperbaiki penanganannya, kemungkinan besar pada minggu berikutnya akan berpindah ke zona merah. Tentunya hal ini perlu kita antisipasi sejak dini," tegas Wiku.

Satgas meminta pemerintah tingkat kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaannya untuk upaya antisipasi.

Perlu ada evaluasi pengendalian lebih lanjut, seperti melakukan koordinasi tenaga kesehatan setempat untuk merumuskan solusi pengendalian efektif sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing daerah.

"Saya juga meminta pemerintah provinsi untuk mulai memikirkan strategi untuk memperbaiki perkembangan kasus di wilayah tanggungjawab masing-masing maupun mempersiapkan rencana antisipatif, khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan daerah yang sedang mengalami kasus dan mengalami perubahan ke zona risiko yang lebih buruk," lanjut Wiku.

Antar daerah dirasa perlunya menyusun rencana antar kabupaten/kota dalam pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa memandang asal daerahnya.

Karena pada prinsipnya, setiap setiap rakyat Indonesia berhak mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan.

"Diharapkan kedepannya, dengan semakin sadarnya akan pentingnya upaya antisipatif dan pencegahan lonjakan kasus, bersama-sama kita dapat berkontribusi pada kondisi COVID-19 yang terkendali," kata Wiku.

Baca juga: Telepon Jokowi ke Kapolri Berdampak, Semua Preman Ditangkapi Termasuk di Labuhanbatu

(Tribunnews.com/Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved