Breaking News:

Modal Singkong Untung Ratusan Juta

Bermodal Singkong, Pria Ini Raup Untung Rp 700 Juta Tiap Bulan, Berikut Kisahnya

Hanya bermodalkan singkong dan ketekunan, pria ini rapu untung ratusan juta tiap bulannya dari usaha kecil-kecilan

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
Ist
Dokumentasi Muhdi saat berada di ladang untuk melihat hasil panen miliknya di Pancurbatu beberapa waktu lalu.(Ist) 

Tapi sekarang, karena permintaan cukup tinggi, Muhdi bisa mengirim keripik singkong hingga tiga kali. 

"Kalau keuntungan bisa mencapai Rp600 juta- Rp700 juta, Alhamdulillah bisa mempekerjakan 70 karyawan saat ini," ujarnya.

Menurut Muhdi, dengan pengeksporan belasan ton tiap bulannya, dia mengaku bahwa produksi singkong di lahannya tidak akan mencukupi, sehingga dia juga melakukan penyerapan melalui para petani di Deliserdang maupun di daerah penghasil singkong lainnya.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Pensiunan Polisi Militer Ini Bisa Raup Puluhan Juta dari Bisnis Tambak Ikan

"90 persen kita lakukan penyerapan dari petani lokal, kita hanya 10 persen dari ladang," ucap Muhdi.

Terkait perluasan ekspor, Muhdi sebenarnya ingin memperluas pasar ke negara-negara lain.

Namun dia menyadari bahwa volume bahan baku di Sumut masih belum dapat dikatakan stabil.

"Karena bahan baku belum menentu, kami belum berani untuk memperluas pasar ekspor. Kalau permintaan dari negara lain banyak ingin mengimpor dari kita, tapi bahan baku yang konsisten ini tidak menjamin," kata Muhdi.

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gojek Medan Gelar Talkshow Inspiratif Bersama Mitra Muda

Dijelaskan Muhdi, bahan baku yang tidak stabil ini lantaran terkendala dengan pupuk yang kurang mencukupi.

"Kita paling terkendala ini dengan pupuk, lahan kita kan luas makanya tidak selalu mencukupi untuk pupuk ini," sebutnya.

Berjalannya ekspor selama bertahun-tahun, Muhdi berharap kedepannya dapat berkolaborasi dengan pemerintah agar dapat berkembang lebih baik.

"Harapannya kalau bisa ulur tangan dari pemerintah untuk menyediakan lokasi pertanian untuk kita dikasih kelonggaran seperti bersama PTPN atau di daerah yang tanahnya tidak aktif bisa kita kerja sama," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved