Breaking News:

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Sumut Dampingi 2.200 UMKM

LPEI Sumut menggelar pelatihan bertajuk Coaching Program for New Exporters (CPNE) selama lima tahun terakhir.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/HO
Pegawai Karantina Pertanian Belawan saat mengecek kondisi wortel asal Sumatera Utara sebelum di ekpor ke negara lain. Masa pembatasan akibat pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi petani wortel di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk terus berproduksi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah ikut mengembangkan potensi ekspor para pelaku UMKM di Sumut.

Berdasarkan catatan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Sumut, Sumatera Utara mampu mencatat pertumbuhan ekonomi 5,98 persen pada tahun 2019 yang lalu dengan nilai ekspor mencapai USD20 miliar dengan ditopang oleh komoditi unggulan ekspornya berupa sayuran, buah, kopi, rempah, dan makanan minuman.

Terkait hal ini, LPEI Sumut telah menggelar pelatihan bertajuk Coaching Program for New Exporters (CPNE) selama lima tahun terakhir.

Program CPNE ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Jasa Konsultasi LPEI termasuk pelatihan ekspor bagi para UMKM rintisan ekspor untuk membantu pengusaha UMKM Indonesia menuju pasar global #LokalYangMendunia.

Saat ini LPEI telah memiliki lebih dari 2.200 UKM mitra binaan, yang diantaranya terdapat 353 produk UKM telah berhasil diposting di pasar global, dan menghasilkan 60 eksportir baru, serta mengembangkan 2 desa devisa.

Direktur Eksekutif LPEI, D James Rompas mengungkapkan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas ekspor dan membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

"Pencapaian yang kami sampaikan merupakan wujud pelaksanaan mandat LPEI yaitu meningkatkan ekspor nasional,  membantu pemulihan ekonomi nasional,  serta meningkatkan kapasitas UKM di daerah agar dapat melakukan kegiatan ekspor dan memasarkan produknya ke pasar global. Selain itu pengembangan kapasitas UKM yang dilakukan melalui kegiatan Jasa Konsultasi LPEI yaitu Program CPNE melalui pelatihan dan pendampingan bagi UKM berorientasi ekspor," ungkap James, Sabtu (12/6/2021).

Setelah melakukan pelatihan, nantinya para pelaku UMKM akan mendapat pendampingan berdurasi satu tahun yang diberikan LPEI kepada para pelaku UMKM berorientasi ekspor yang telah melewati penjaringan dan seleksi.

Modul pelatihan yang diberikan antara lain mengenai tata cara ekspor, penyusunan laporan keuangan, legalitas dan sertifikasi ekspor serta turut dalam kegiatan pameran ekspor.

James juga berharap agar Pelatihan CPNE di Medan menjadi awal yang baik untuk peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku UKM di Wilayah Sumatera Utara, sehingga keinginan para pelaku UMKM untuk bisa ekspor dapat segera terwujud.

Untuk tahun ini, LPEI Sumut kembali membuka pelatihan untuk 25 dari 70 peserta yang sudah dilakukan penjaringan dan seleksi oleh LPEI dibantu oleh praktisi ekspor dan pemangku kepentingan. Para peserta juga mengelola usaha yang juga beragam seperti rempah, hasil perkebunan kopi, produk kelapa dan turunannya serta produk makanan minuman. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved