Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Lusty Malau, Aktivis Wanita Yang Bangun Ruang Aman untuk Penindasan Perempuan di Sumut

Selain itu, ternyata Lusty juga aktif memimpin organisasi yang sudah empat tahun ini ia rintis, yakni Perempuan Hari Ini (PHI) pada tahun 2017.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
HO
Lusty Ro Manna Malau 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Lusty Ro Manna Malau tak menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sosial dan kesetaraan gender semasa kuliah membuat dirinya kini bekerja di lingkup tersebut.

Sempat dua kali keluar masuk dalam instansi pendidikan formal, Lusty akhirnya memutuskan untuk terjun dalam dunia penelitian dalam bidang sosial.

"Semenjak pandemi ini lebih banyak diminta untuk menjadi narasumber, pembicara, dan pemateri untuk kegiatan lain.

Selain itu sekarang kerja sebagai peneliti sosial di salah satu NGO yang memang project penelitian," ungkap Lusty, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: SESAAT LAGI Live Streaming Wales vs Swiss Malam Ini, Tonton Siaran Langsung Link Live Euro 2020

"Ini kerjaan yang sangat menggairahkan karena melakukan pekerjaan sepereti ini hanya terbartas pada satu isu dan ketika sudah terjun sebagai peneliti, ya gunakan referensi, kita belajar metode penelitian dari sini kita bisa belajar dengan permasalahan sosial," lanjutnya.

Selain itu, ternyata Lusty juga aktif memimpin organisasi yang sudah empat tahun ini ia rintis, yakni Perempuan Hari Ini (PHI) pada tahun 2017.

Menariknya, bukan sebagai ajang keren-kerenan belaka, Lusty mendirikan PHI ini dilatarbelakangi dengan pengalaman dirinya yang pernah mendapat pelecehan seksual semasa duduk di bangku sekolah.

"Jadi organisasi ini terbentuk dengan kejadian yang aku alami dari sma hingga kuliah yaitu pelecehan seksual dan itu sempat membekas selama bertahun-tahun.

Jadi berdirinya PHI ini merupakan pengalaman pernah dilecehkan dan pernah rapuh sekali selama beberapa tahun karena merasa tidak berharga, takut sekali jika bersuara," ujarnya.

Baca juga: Rajasyah Outbound & Edu Center, Kampung Eko Wisata Tahfidz Rajasyah Tawarkan Suasana Wisata Islami

Selama empat tahun, wanita kelahiran 1994 ini membuka wadah bagi kaum wanita maupun laki-laki untuk dapat berani bersuara dan melantangkan jika adanya penindasan ataupun kekerasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved