Breaking News:

Balita Ditemukan Tewas Tenggelam di Parit Jalan Abdul Hakim Medan

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan bayi baru bisa ditemukan pukul 09.45 WIB.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
HO
SEORANG balita tewas setelah tiga jam tenggelam di drainase alan Abdul Hami Medan, Minggu (13/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang balita berumur 1 tahun 6 bulan ditemukan tewas setelah hampir tigajam tenggelam di dalam parit Jalan Abdul Hakim, Perumahan Classic 2, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (13/6/2021).

Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran kota Medan, Albon Sidauruk menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan bayi baru bisa ditemukan pukul 09.45 WIB setelah dilakukan evakuasi oleh petugas pemadam kebakaran.

"Tadi pagi jam tujuh anaknya sudah keluar dari rumah saat mamanya lagi masak di dapur. Di jalan itu lagi banjir akibat hujan tadi malam sampai ke jalan airnya, paritnya pun penuh," kata Albon, Minggu (13/6/2021).

"Jadi sekitar jam sembilan pagi mereka kecarian anaknya. Sekitar jam tujuh pagi sudah ada warga yang mengingatkan supaya jangan bermain air di situ. Jadi mereka langsung menduga bahwa anaknya terperosok ke parit itu," ujar Albon,

Baca juga: Memilukan, Seorang Balita Tewas Setelah Satu Jam Tenggelam saat Sang Ibu Memasak di Dapur

Kemudian, keluarga korban segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk membantu evakuasi dengan menyedot air dari parit tersebut.

"Sesudah itu baru di telepon ke kantor. Sekitar pukul 09.30 WIB datang lah petugas ke lokasi. Sekitar 15 menit penyedotan, barulah ketemu anaknya dan sudah tidak bernyawa lagi. Anggota saya yang langsung mengambilnya dari gorong-gorong. Kata petugas sekitar pukul 09.45 WIB dapat bayinya," jelas Albon.

Dalam proses evakuasi, petugas pemadam kebakaran menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penyedotan.

Dalam peristiwa ini, keluarga korban menolak untuk mempublikasikan identitas dan tempat tinggalnya. Albon Sidauruk mengatakan hal serupa. "Permintaan keluarga identitas dan tempat tinggal tidak mau dipublikasikan," katanya.(cr17/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved