Breaking News:

Iespa Tebingtinggi Ingin Ubah Persepsi Orangtua pada Gim, Rutin Gelar Kompetisi E-Sport

Pengurus Indonesia E-Sports Association (IESPA) Kota Tebingtinggi bekerjasama dengan Batman Cafe, akan menggelar kompetisi Mobile Legends.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Liston Damanik
Ist
(Foto ilustasri) Para peserta e-sports sedang berkompetisi dalam ajang eSports World Convention (ESWC). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Muhammad Ardiyansyah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Indonesia E-Sports Association (IESPA) Kota Tebingtinggi bekerjasama dengan Batman Cafe, akan menggelar kompetisi Mobile Legends. Acara ini direncanakan digelar selama tiga hari, sejak tanggal 18-20 Juni.

Ketua Panitia Muhammad Rafli Maulana mengatakan, acara ini merupakan realisasi program kerja pengurus Iespa Kota Tebingtinggi. Ada beberapa program yang telah disusun untuk satu periodesasi.

"Per tahun itu kalo ga salah ada sekitar 8-10 event di bulan yang di tentukan. Kemarin, pihak Kafe Batman menghubungi kita, untuk bekerjasama membuat event tersebut. Jadi kami selaku pengurus Iespa Kota Tebingtinggi, berjalan bersama Batman Cafe untuk mengisi kalender event pada bulan Juni ini," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (14/6/2021) sore.

Lanjutnya, kompetisi ini juga sebagai ajang edukasi kepada anak-anak muda sekaligus orang tua yang memandang negatif aktifitas bermain gim. Kegiatan ini juga bertujuan, mencari atlet-atlet e-sport Kota Tebingtinggi agar dapat bersaing dengan atlet daerah lain.

"Benar sekali, selain kami ingin mencari bibit atlet, kami juga ingin mengubah pemikiran orang tua. Khususnya untuk orangtua yang melarang anaknya untuk bermain game. Kita semua sudah tau kalau e-sport sendiri memang sudah menjadi olahraga resmi," katanya.

Nantinya peserta akan memperebutkan tiga kategori juara (1, 2, dan 3). Selain itu ada juga kategori MVP/Best Player pada saat laga final. Para juara juga akan mendapatkan uang, sertifikat, dan piagam.

Dikatakan Rafli, turnamen ini akan dilaksanakan secara offline dan tanpa penonton. Turnamen akan disiarkan lewat media sosial Iespa Kota Tebingtinggi.

Disinggung mengenai sistem turnamen, Rafli mengatakan, hal itu tergantung jumlah tim yang mendaftar. Namun pihaknya menargetkan peserta hanya sampai 32 tim.

"Kita lihat dari jumlah tim yang mendaftar. Kalau di atas 20 tim kita menggunakan sistem BO 1. Kalau di bawah 20 tim kita menggunakan sistem BO 3 di kualifikasi. Tapi kemungkinan besar kita menggunakan BO1 karna target kita ada di 32 tim. BO itu maksudnya, Best of Match. Tim yang bertanding hanya sekali, kalau menang lanjut dan kalau kalah, gugur," ucapnya.

Ia mengaku, pihaknya telah mendapat izin dari pihak terkait untuk pelaksanaan turnamen ini. Rafli juga mengatakan, setiap peserta yang datang suhu tubuhnya akan dicek dan diberi handsanitizer. (cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved