Breaking News:

Warga Sergai Ingin Sampah Lebih Sering Diangkut, Pejabat Pemkab Sebut Terkendala Aturan

Radius Tambunan mengatakan, di tengah desakan masyarakat yang meminta agar sampah rumah tangga rutin diangkut, pihaknya harus mengikuti regulasi.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Jajaran keranjang sampah yang penuh milik warga di pinggir Jalinsum, Serdanbedagai, Senin, (14/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Pemkab Serdang Bedagai mengaku kekurangan armada pengangkut sampah. Untuk melayani tujuh belas kecamatan di kabupaten ini, Pemkab hanya memiliki truk pengangkut sampah sebanyak delapan unit. 

"Sebenarnya sembilan unit truk kita tapi ada dua unit yang rusak jadi ada tujuh unit tinggal yang bagus. Satu unit lagi itupun kita pinjam dari Dinas PUPR makanya bisa delapan unit jumlahnya. Satu armada kadang bisa nangani sampah tiga kecamatan," kata Kabid Pengolahan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Radius Tambunan Senin, (14/6/2021).

Radius Tambunan mengatakan, di tengah desakan masyarakat yang meminta agar sampah rumah tangga rutin diangkut, pihaknya harus mengikuti regulasi. Menurunya, Perpres Nomor 30 tahun 2020 tentang standar harga satuan regional mengharuskan pengeluaran kendaraan dinas roda enam tidak boleh pengeluaran lebih dari Rp 1,6 juta.

"Untuk satu tahun satu unit armada hanya Rp 37,1 juta pengeluaran, itu sudah termasuk biaya pemeliharaan, STNK (perpanjangan) maupun suku cadang. Sekarang buang sampah ke TPA Perbaungan dan ini jauh. Memang enggak bisa berulang kali sampah diangkut karena ada Perpresnya juga. Kalau dulu di Seirampah bisa dua kali sampah diangkut sekarang nggak bisa lagi," katanya.

Disebut sejak ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Belidaan di Desa Cempedak Lobang, Seirampah pada Februari lalu pengangkutan sampah pun menjadi jauh. Hal ini lantaran pembuangan sampah kini dipusatkan di TPA kawasan Batang Tetap Perbaungan.

"Kalau dulu bisa beberapa kali diangkut sampah sekarang karena jauh hanya bisa sekali setiap hari,"kata Radius.

Kasi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Sergai, Dosrin Sihotang menambahkan 8 armada sampah yang dimiliki melayani hanya 7 Kecamatan. Selain Kecamatan Seirampah juga Kecamatan Dolok Masihul, Tanjung Beringin, Sei Bamban, Teluk Mengkudu, Perbaungan dan Pantai Cermin. Diakui kalau armada yang terbatas ini membuat pelayanan tidak bisa maksimal karena lebih banyak diangkut di kawasan perkotaan dan pasar. 

"Idealnya memang satu kecamatan, satu armada. Tapi begitulah. Mimpi boleh lah karena semua harus diawali dari mimpi. Kita akui memang benar mengeluh ada masyarakat. Mereka memang nggak maunya harus cepat dibersihkan (diangkut) dan kita juga nggak boleh marah tapi itulah kita kekurangan armada," kata Dosrin. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved