Breaking News:

Ekspor Sumut Meningkat, Sapu Lidi dan Keripik Singkong Punya Potensi Besar

Parlindungan mengatakan, keripik singkong cukup digemari di Korea Selatan sebagai camilan sebelum makan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Muhdi saat berada di ladang untuk melihat hasil panen miliknya di Pancurbatu beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabid Perdagangan Luar Negeri (PLN) Disperindag Sumut, Parlindungan Lubis mengungkapkan bahwa saat ini pasar ekspor Sumatera Utara dalam kondisi peningkatan yang cukup signifikan.

"Sebenarnya kalau kita melihat produknya, Sumut ini tak terlepas dari hasil pertanian dan perkebunan. Jadi itu ada namanya sapu lidi dari turunan sawit, ada Nipah, pinang, damar batu, Gambir, pisang kepok ini sudah pada ekspor semua," ungkap Parlindungan, Selasa (15/6/2021).

 Dikatakan Parlindungan, Saat ini turunan sawit seperti sapu lidi cukup diminati oleh negara India.

"India dan Pakistan yang tinggi peminat untuk Ekspor. Khususnya untuk sapu lidi ini tinggi peminat untuk ke India. Kita kan penghasil utama Sawit setelah Malaysia. Komponen sawit seperti batang, dahan, daun itu semua berguna. Kemudian pasar di luar negeri besar," ujarnya.

Adapun penghasil sapu lidi dari sawit ini tersebar di beberapa daerah seperti Langkat, Batubara, Asahan, Sergai, dan Labuhanbatu.

Tak hanya itu, ternyata olahan singkong berupa keripik mulai naik kelas yang digemari oleh beberapa negara, diantaranya Korea Selatan.

Bahkan, Parlindungan mengatakan bahwa saat ini Australia meminta sampel hasil olahan keripik singkong asal Sumut untuk jajaki ekspor.

"Potensi singkong dari hasil binaan kita itu sudah dikirim ke Korea Selatan dan sekarang kita lagi jajaki untuk pasar ekspor Australia. Udah ada permintaan berupa sample ke Australia, mudah-mudahan nanti setelah Korea Selatan yang menjadi tujuan Kripik ini, nanti akan ke Australia," tutur Parlindungan.

Parlindungan mengatakan, keripik singkong cukup digemari di Korea Selatan sebagai camilan sebelum makan.

"Jadi keripik ini di Korea sebagai menu baru di kalangan Milenial untuk makanan camilan kemudian sebelum makanan pembuka itu dihidangkan cemilan dari keripik ubi di Korea, makanan itu sangat diminati oleh kaum Milenial disana," jelasnya.

Terkait hal ini, Parlindungan mengatakan bahwa melalui Disperindag Sumut juga sudah mengirimkan 80 ton keripik singkong ke Koea Selatan.

"Ya cukup banyak, kemarin kita kirim dengan muatan kontainer 2x40 ton. Udah siap makan lah. Kalau untuk penghasil keripik, Deliserdang besar itu untuk kelompok taninya untuk penghasil singkong yang merealisasikan untuk ekspor keripik ubi ini," ucapnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved