Breaking News:

Investasi Sektor Pertanian Meningkat di Sumut, Pengamat Nilai Jadi Penyelamat Perekonomian

Peningkatan investasi di Sumut tahun 2021 ini menjadi langkah positif untuk perekonomian daerah di tengah Pandemi Covid-19.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
Tribun-Medan.com/MAURITS PARDOSI
Menko Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono memperlihatkan hasil tanaman dari lahan Food Estate di Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Peningkatan investasi di Sumut tahun 2021 ini menjadi langkah positif untuk perekonomian daerah di tengah Pandemi Covid-19.

Pengamat ekonomi Armin Nasution mengatakan, peningkatan investasi yang mendominasi sebesar 39 persen berada di sektor pertanian. Dikatakannya, sektor ini masih bisa tumbuh di saat ekonomi di Sumut mengalami kontraksi.

"Selama pandemi Covid-19 sebetulnya pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sampai berada di minus, tapi dari penurunan ekonomi ke level minus itu ternyata ketika semua sektor lapangan usaha mengalami perlambatan dan kesulitan untuk tumbuh, tapi ternyata sektor pertanian masih dapat tumbuh," ungkap Armin, Selasa (15/6/2021).

"Di sektor pertanian itu masih positif. Saya kira ketika investor melihat sektor pertanian itu masih bisa tumbuh positif, maka inilah yang menjadi dasar investor untuk bisa menanamkan investasi uangnya di sektor pertanian," tambahnya.

Dikatakan Armin, tak mustahil bahwa di tengah pandemi yang hampir membuat semua sektor usaha terpuruk, justru sektor pertanian menjadi penyelamat roda ekonomi daerah. Maka dari itu, para investor masih tetap mempercayakan penanam investasi untuk sektor ini.

"Jadi ke depan, kita bisa melihat sektor pertanian jadi salah satu kontribusi pendorong Ekonomi utama walaupun kita masih menghadapi pandemi seperti saat ini," ujarnya.

Lanjutnya, Armin juga tak heran jika kategori sektor transportasi memiliki andil kecil para investor untuk berinvestasi. Dikatakannya, dengan adanya pembatasan mobilitas masyarakat untuk bepergian masih membuat para investor memilah sektor yang masih dapat menjanjikan di tengah pandemi saat ini.

"Kalau transportasi saya kira wajar juga ini terdampak. Karena kita tahu saat pandemi seluruh kunjungan atau mobilitas itu dibatasi. Memang wajar kalau terjadi sentimen yang tidak baik dari sektor transportasi untuk dijadikan investasi. Tapi jika misalnya pandemi ini selesai, bisa jadi niat investor dapat berubah," ucapnya. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved